DetailNews.id, Bolmong – Wakil rakyat Amri Modeong menekankan bahwa literasi, termasuk literasi digital dan finansial, menjadi fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Hal itu ia sampaikan saat berdialog dengan komunitas pemuda, pelaku UMKM, dan pegiat literasi dalam forum diskusi publik di daerah tersebut.
Dalam pemaparannya, Amri menegaskan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman informasi, teknologi, serta kemampuan beradaptasi di era digital.
“Literasi adalah kunci. Tanpa literasi yang baik, sulit bagi masyarakat untuk bersaing, apalagi dalam sektor ekonomi kreatif yang sangat dinamis,” ujar Amri Modeong.
Ia menjelaskan bahwa ekonomi kreatif di Bolmong memiliki potensi besar, terutama di sektor kuliner, kerajinan tangan, dan konten digital, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan karena rendahnya tingkat literasi masyarakat.
Amri mendorong kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas untuk memperkuat budaya literasi. Menurutnya, program literasi harus aplikatif, menyentuh kebutuhan pelaku ekonomi kreatif.
“Pelatihan menulis saja tidak cukup. Kita perlu literasi yang aplikatif bagaimana membuat branding, memasarkan produk secara digital, hingga mengelola keuangan usaha,” tambahnya.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan berbagai masukan dari peserta mengenai ruang kreatif, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan infrastruktur digital di Bolmong.
Di akhir kegiatan, Amri berharap forum semacam ini dapat terus digelar sebagai ruang dialog dan pertukaran gagasan untuk mendorong kemajuan ekonomi kreatif berbasis literasi.
“Kalau literasi kuat, ekonomi kreatif akan tumbuh. Dan jika ekonomi kreatif tumbuh, kesejahteraan masyarakat pun ikut meningkat,” tutupnya.
Peliput : Yardi



