DetailNews.id – Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan di daerah, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sukses menyelenggarakan Pelatihan Pembelajaran Mendalam dengan pendampingan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Disdikbud Boltim).
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah dan Guru jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Boltim. Dua lokasi menjadi pusat kegiatan, yakni SMP Negeri 1 Tutuyan dan SD Negeri 1 Tombolikat. Suasana pelatihan dipenuhi antusiasme tinggi dari para pendidik yang bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Tidak seperti pelatihan konvensional, kegiatan ini dirancang dengan pendekatan aktif dan partisipatif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembelajaran mendalam (deep learning), diskusi kelompok, serta menyusun proyek mini berbasis pembelajaran kontekstual.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya keterampilan berpikir tingkat tinggi, kemampuan analisis, kolaborasi, dan pengembangan karakter peserta didik hal yang menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Yusri Damopolii, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan tim pelaksana. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen nyata untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan berempati.
“Pembelajaran Mendalam adalah jalan menuju pembelajaran yang lebih bermakna. Kita ingin membentuk generasi yang cakap secara intelektual, kuat dalam karakter, dan mampu bersaing secara global. Guru dan kepala sekolah adalah motor penggerak dalam mewujudkan semangat BOLTIM BANGKIT melalui pendidikan,” tegas Yusri.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi pemantik transformasi pendidikan di Kabupaten Boltim. Tidak hanya meningkatkan kompetensi pendidik, kegiatan ini juga mendorong terciptanya ekosistem sekolah yang adaptif, inovatif, dan berpihak pada perkembangan peserta didik secara holistik.
Para peserta mengaku mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana mendesain pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik, dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek utama proses belajar.
Peliput : Amingsih Mustapa