DetailNews.id, Bolmong – Dalam audiensi Sekolah Rakyat Tahap III di Jakarta, Pemkab Bolmong mendapat kepastian bahwa pembangunan SR di daerahnya akan segera dilanjutkan, setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan masuk dalam prioritas 2026.
Dalam audiensi tersebut, disampaikan bahwa SR Bolmong telah memenuhi seluruh persyaratan pembangunan, termasuk persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan status lahan clean and clear. Dengan demikian, Bolmong resmi masuk sebagai salah satu daerah prioritas pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun 2026.
Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Program Sekolah Rakyat ini adalah bentuk keberpihakan negara kepada anak-anak Bolmong yang membutuhkan dukungan pendidikan berkelanjutan,” ujar Bupati Yusra.
Kepala Dinas Sosial Bolmong, Erni Mokoginta, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Bolmong dirancang dengan kapasitas awal 300 peserta didik. Pembagian jenjang pendidikan terdiri dari 100 siswa SD, 100 siswa SLTP, dan 100 siswa SLTA. Ke depan, kapasitas sekolah ini dapat dikembangkan hingga 1.000 siswa.
Erni menegaskan, seluruh peserta didik merupakan penduduk asli Bolaang Mongondow, dibuktikan dengan identitas kependudukan, serta berasal dari keluarga desil 1 dan 2 kategori miskin ekstrem sesuai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Erni juga memaparkan tahapan pembangunan Sekolah Rakyat Bolmong yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Proses lelang direncanakan berlangsung pada Maret hingga Juli 2026, dilanjutkan dengan pelaksanaan konstruksi pada Oktober 2026.
“Setelah pembangunan fisik selesai, perekrutan guru dan murid dijadwalkan Februari 2027, dan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada Juli 2027. Dinas Sosial bersama OPD terkait akan terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
Sekolah Rakyat Bolmong diharapkan menjadi pusat layanan pendidikan terpadu yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan karakter serta peningkatan kesejahteraan sosial bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.*
Peliput : Dade Paputungan







