DetailNews.id, Bitung – Komitmen TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan melalui aksi nyata di kawasan wisata Bendungan Kuwil, Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Jumat (27/2/2026).
Mewakili Danrem 131/Santiago, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf. Dewa Made DJ memimpin langsung kegiatan Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, swasta, serta elemen masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu menjaga kawasan hulu sebagai benteng ekologis bagi wilayah hilir, termasuk Kota Manado yang selama ini rentan terhadap banjir.
Dalam sambutannya, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf. Dewa Made DJ menegaskan bahwa konservasi DAS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kawasan Kuwil ini memiliki posisi strategis dalam sistem DAS Tondano. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya menanam pohon, tetapi menjaga sumber kehidupan masyarakat Sulawesi Utara. TNI hadir sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjaga kawasan tangkapan air di sekitar Bendungan Kuwil-Kawangkoan sangat penting untuk menjamin ketersediaan air baku, mengendalikan sedimentasi, serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.
“Konservasi adalah tanggung jawab bersama. Sinergi TNI, pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci agar kawasan ini tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Lanudal, unsur pemerintah daerah, Ketua DPP Angkatan Merah Putih Ifan Sarundajang, Kepala Dinas Kehutanan Sulut Steven O.E. Kandouw, serta perwakilan PT Tirta Investama (AQUA) Airmadidi dan PT MSM/TTN Likupang.
Ketua DPP Angkatan Merah Putih, Ifan Sarundajang, menyatakan kawasan Kuwil memiliki nilai strategis tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
“Konservasi di sini bukan sekadar simbolis. Kita sedang mengamankan sumber daya air dan masa depan anak cucu kita. Pohon yang ditanam hari ini harus dijaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulut menekankan pentingnya perlindungan kawasan hulu sebagai penopang Bendungan Kuwil-Kawangkoan.
“Perlindungan kawasan tangkapan air menjadi prioritas untuk menjaga ketersediaan air baku sekaligus mendorong pengembangan wisata budaya dan alam tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan doa bersama, dilanjutkan sambutan para pihak. Puncak acara ditandai dengan penyerahan bibit pohon dan benih ikan air tawar, penanaman pohon di sekitar kawasan DAS Tondano, serta pelepasan benih ikan ke aliran sungai.
Langkah ini bertujuan memperkuat vegetasi penahan erosi, menekan laju sedimentasi, memperbaiki kualitas air, sekaligus mendukung ketahanan ekosistem perairan.
Secara strategis, konservasi DAS Tondano di sekitar Bendungan Kuwil menjadi bagian dari langkah preventif mengurangi risiko banjir di Kota Manado dan wilayah sekitarnya. Kerusakan hulu selama ini terbukti berdampak langsung pada peningkatan debit air dan sedimentasi di hilir.
Dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor, kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, Kehadiran Dandim 1310/Bitung dalam kegiatan ini menegaskan peran aktif TNI AD, tidak hanya dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat Sulawesi Utara.






