Selasa, Januari 20, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNewsDirut PDAM Tarakan Peringatkan Warga Jauhi Embung Usai Serangan Buaya

Dirut PDAM Tarakan Peringatkan Warga Jauhi Embung Usai Serangan Buaya

DetailNews.id, Tarakan — Pasca insiden serangan buaya yang menimpa seorang perempuan paruh baya di Embung Persemaian, Senin (19/1/2026), Perumda Air Minum Tirta Alam Kota Tarakan mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat agar menjauhi seluruh area embung.

Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, menegaskan kawasan embung merupakan fasilitas vital penampungan air yang harus steril dari aktivitas warga. Selain risiko tenggelam, keberadaan buaya muara di sejumlah embung dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan.

“Beberapa embung kami sudah terdeteksi menjadi habitat buaya. Ini bukan hal baru dan sangat berbahaya. Kami mengimbau masyarakat tidak lagi masuk ke area embung,” kata Iwan, Selasa (20/1/2026).

Menurut Iwan, keberadaan buaya muara di fasilitas milik Perumda Tirta Alam telah beberapa kali teridentifikasi. Di Embung Persemaian, misalnya, predator berukuran besar sempat dievakuasi setelah memangsa ternak warga.

Selain Embung Persemaian, pihak pengelola juga mendeteksi keberadaan buaya di Embung Binalatung, Embung Rawasari, dan Embung Indulung. Sementara itu, Embung Bengawan sejauh ini dilaporkan masih bebas dari tanda-tanda keberadaan predator.

Meski papan larangan dan peringatan telah dipasang serta patroli rutin dilakukan, Iwan mengakui pengawasan penuh selama 24 jam di seluruh titik embung tidak memungkinkan.

“Petugas ada di lapangan, tetapi tidak mungkin mengawasi setiap sudut setiap saat. Karena itu, kepatuhan warga terhadap papan peringatan sangat menentukan keselamatan,” ujarnya.

Iwan menjelaskan kemunculan buaya di area embung merupakan kondisi alamiah, mengingat Tarakan berada di wilayah habitat buaya muara. Lingkungan embung yang relatif tenang dinilai menjadi lokasi ideal bagi satwa tersebut untuk berkembang biak.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda Tirta Alam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan penanganan dan evakuasi apabila terdapat laporan kemunculan buaya.

Masyarakat, khususnya pencari rumput dan pemancing, diimbau untuk mencari lokasi alternatif yang lebih aman serta tidak melanggar batas kawasan steril embung demi menghindari risiko fatal.

Peliput: Raden

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments