DetailNews.id, Sulut – Pelaksana Tugas Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, mengambil langkah cepat dengan menyesuaikan kebijakan Work From Home (WFH) menjadi hanya satu hari setiap Jumat, memastikan disiplin ASN dan kualitas layanan publik tetap terjaga sesuai arahan pemerintah pusat.
Dalam keterangannya di Manado, Senin (6/4/2026), Denny menegaskan bahwa fleksibilitas kerja tetap penting, namun disiplin dan efektivitas layanan masyarakat menjadi prioritas utama. “Senin sampai Kamis tetap kerja penuh di kantor. Jumat menjadi ruang fleksibilitas, tapi tetap terukur dan terkontrol,” ujarnya.
Langkah ini menegaskan peran strategis Denny sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah. Ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyesuaikan diri tanpa mengganggu ritme kerja birokrasi. Evaluasi pemerintah pusat menunjukkan bahwa skema WFH terlalu longgar berpotensi menurunkan efektivitas kerja ASN, khususnya pada layanan yang membutuhkan kehadiran langsung.
Keputusan ini juga menjadi titik tengah antara modernisasi sistem kerja dan tanggung jawab pelayanan publik. ASN tetap diberikan ruang adaptasi, sementara kontrol terhadap kinerja diperketat. Polemik yang sempat berkembang perlahan mereda seiring kejelasan arah kebijakan ini, menunjukkan bahwa di tangan Denny Mangala, birokrasi Sulut tetap responsif, disiplin, dan fokus melayani masyarakat.*
Peliput : Dade Paputungan



