DetailNews.id, Tarakan – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., mengingatkan warga agar tidak menjadikan momen halalbihalal sekadar formalitas. Saling memaafkan harus benar-benar tulus, bukan hanya sehari lalu kembali menyimpan rasa tidak baik.
Pesan itu disampaikan Khairul saat menghadiri Halalbihalal Akbar di Masjid Nurul Falah, Juata Permai, Minggu (5/4/2026) malam, di tengah ratusan warga yang larut dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
“Halalbihalal ini menjadi momentum untuk saling memaafkan dengan tulus, bukan sekadar seremonial. Jangan sampai hari ini kita saling memaafkan, tapi besoknya masih menyimpan hal yang tidak baik di dalam hati,” tegasnya.
Kegiatan yang digelar Takmir Masjid Nurul Falah bersama Masjid Darul Hikmah itu turut dihadiri tokoh agama, unsur Forkopimcam Tarakan Utara, serta masyarakat setempat. Khairul mengaku memiliki kedekatan personal dengan wilayah Juata Permai.
“Setiap tahun saya berusaha hadir jika diundang, karena saya juga warga Juata Permai. Rumah saya juga ada di sini,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta mengajak masyarakat menjadikan bulan Syawal sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.
Menurutnya, tradisi halalbihalal merupakan kearifan lokal khas Indonesia yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Menahan amarah dan memaafkan merupakan ciri orang bertakwa sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an.
“Kalau kita masih menyimpan amarah dan tidak bisa memaafkan, berarti kita belum sepenuhnya berhasil dalam menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Kota Tarakan, kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan tugas masih terdapat kekurangan. Mari kita terus menjaga kebersamaan dan bergotong royong membangun kota yang kita cintai ini,” ucapnya.
Ketua Panitia, Mulkan Ahda, mengatakan kegiatan ini kembali digelar setelah sempat vakum beberapa tahun, termasuk akibat pandemi.
“Halalbihalal ini jadi ajang mempererat silaturahmi. Kami juga memohon maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan,” ujarnya.
Acara semakin khidmat dengan tausiyah KH. M. Abdul Muttholib, ulama asal Sidoarjo yang dikenal sebagai Kiai Kera Sakti. Dalam ceramahnya, ia menegaskan Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang menjadi pedoman hidup manusia.
“Al-Qur’an bukan hasil pemikiran manusia, melainkan wahyu Allah SWT,” tuturnya.
Turut hadir Ketua MUI Kota Tarakan yang juga Ketua PCNU Kota Tarakan, Drs. KH. Abdul Samad, Lc., M.Pd.I., Camat Tarakan Utara Sisca Maya Crenata, jajaran TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kegiatan ini diharapkan terus menjadi agenda rutin untuk memperkuat kebersamaan masyarakat Juata Permai.
Peliput: Raden



