DetailNews.id, Bitung — Anggota DPRD Kota Bitung dari Komisi III, Hengky Tumangkeng, ST (Fraksi PDI Perjuangan), melakukan blusukan dalam kegiatan reses masa persidangan II tahun sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Madidir dan Kecamatan Girian. Rabu (1/4/2026)
Dalam kegiatan tersebut, Tumangkeng turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di tiga titik, yakni Kelurahan Girian Permai, Kawasan Perumahan Aer Ujang, serta sejumlah pangkalan ojek di wilayah dapilnya.
Sejumlah persoalan yang mencuat dalam dialog bersama warga antara lain terkait keberadaan pangkalan ojek, kenyamanan pengguna jalan, kondisi jalan rusak, hingga persoalan bantuan sosial bagi masyarakat rentan.
Tumangkeng mengatakan, aspirasi para pengemudi ojek menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan penataan lalu lintas serta kenyamanan pengguna jalan di Kota Bitung.
“Pangkalan ojek ini bagian dari sistem transportasi masyarakat. Kita ingin ada penataan yang baik agar tidak mengganggu pengguna jalan, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi para pengemudi ojek mencari nafkah,” ujar Hengky Tumangkeng.
Ia menambahkan, persoalan tersebut akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan Kota Bitung agar ada solusi yang tepat dan tidak merugikan pihak manapun.
Selain itu, dalam dialog dengan masyarakat, muncul keluhan terkait penutupan jalan ketika ada kegiatan atau acara tertentu yang dinilai sering mengganggu arus lalu lintas warga.
“Kami menerima keluhan masyarakat terkait penutupan jalan saat ada acara. Hal seperti ini harus diatur dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang menggunakan jalan umum,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Tumangkeng juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan dikeluhkan warga.
“Soal jalan rusak sudah kami koordinasikan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” jelasnya.
Tak hanya soal infrastruktur dan transportasi, politisi PDIP itu juga menemukan fakta bahwa masih ada kelompok masyarakat rentan yang belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.
Kelompok tersebut antara lain pekerja informal seperti penyapu jalan dan warga dengan kondisi ekonomi lemah.
“Masih ada masyarakat rentan yang belum pernah menerima bantuan sosial. Ini tentu menjadi perhatian serius, karena bantuan dari pemerintah pusat seharusnya benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan,” tegas Tumangkeng.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bitung agar data penerima bantuan sosial dapat diperbarui dan diverifikasi kembali sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.
“Kami akan dorong evaluasi dan sinkronisasi data dengan Dinas Sosial agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada warga yang paling membutuhkan,” pungkasnya
Peliput : Ical



