Senin, Maret 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungHHRM Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Pemkot, Tawuran Empang–Sari Kelapa Jadi Perhatian Serius

HHRM Perkuat Sinergi TNI–Polri dan Pemkot, Tawuran Empang–Sari Kelapa Jadi Perhatian Serius

DetailNews.id, Bitung – Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama unsur Pemerintah Kota, TNI dan Polri guna menyikapi aksi tawuran antar kelompok pemuda yang terjadi di kawasan Empang dan Sari Kelapa pada Minggu (8/3/2026).

‎Rapat tersebut berlangsung di Ruang Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, Senin (9/3/2026), dan dihadiri oleh berbagai unsur terkait. Dalam pertemuan itu, Wali Kota Bitung didampingi Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos serta jajaran Forkopimda untuk membahas langkah strategis dalam mencegah konflik susulan sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

‎Dalam arahannya, Hengky Honandar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bitung bersama aparat keamanan tidak akan tinggal diam melihat aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.

‎“Kami telah bersepakat untuk menghadirkan pos pengamanan di jalan penghubung antara Sari Kelapa dan Empang guna memantau pergerakan anak-anak muda yang selama ini kerap memicu keonaran. Langkah ini penting untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujar Hengky.

‎Ia juga menegaskan bahwa pemerintah bersama aparat keamanan akan menelusuri secara mendalam kemungkinan adanya pihak-pihak yang memprovokasi atau menjadi aktor di balik konflik yang terus berulang.

‎“Kami tidak hanya melihat kejadian di permukaan. Aktor intelektual di balik kekacauan yang berlarut-larut ini akan didalami. Jika ditemukan unsur yang memprovokasi, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

‎Menurut Hengky, untuk menjaga keamanan wilayah, tim gabungan dari Pemerintah Kota, TNI dan Polri akan memperkuat pengawasan di lapangan melalui patroli rutin.

‎“Kami akan memaksimalkan patroli tim gabungan yang melibatkan pemerintah, TNI dan Polri agar potensi bentrokan dapat dicegah sejak dini,” katanya.

‎Selain pendekatan keamanan, Wali Kota Bitung juga menekankan pentingnya peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga dalam menciptakan suasana yang kondusif.

‎“Kami berharap dukungan penuh dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama meredam potensi konflik. Pendekatan moral dan sosial sangat penting untuk meminimalisir kekacauan,” jelasnya.

‎Hengky juga mengingatkan bahwa peran keluarga sangat menentukan dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merugikan.

‎“Orang tua perlu memberikan perhatian penuh kepada anak-anak, khususnya yang sering terlibat dalam keributan. Pengawasan dan pembinaan dari keluarga adalah kunci utama,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bitung juga berencana memanggil para pemuda yang kerap terlibat konflik untuk mencari akar persoalan yang sebenarnya.

‎“Kami akan memanggil mereka dan berdialog secara langsung. Kami ingin tahu apa yang mereka cari apakah butuh pekerjaan, pengakuan jati diri, atau ruang kegiatan seperti olahraga. Pemerintah siap mencarikan solusi agar energi mereka disalurkan ke hal-hal yang positif,” pungkas Hengky Honandar.

‎Melalui rapat Forkopimda tersebut, Pemerintah Kota Bitung berharap situasi keamanan di wilayah Empang dan Sari Kelapa dapat segera kondusif, sekaligus membuka ruang pembinaan bagi generasi muda agar tidak lagi terlibat dalam konflik yang merugikan masyarakat luas.

‎Peliput : ical

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments