Sabtu, Februari 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaManggaraiJembatan Wae Porung Kembali Diusulkan, Anggaran Lelak Masih Terbatas

Jembatan Wae Porung Kembali Diusulkan, Anggaran Lelak Masih Terbatas

DetailNews.id, Manggarai – Aula Kantor Kecamatan Lelak menjadi ruang bertemunya harapan dan realitas saat Musrenbangcam RKPD Tahun 2027 dan pencanangan Kecamatan/Desa Ramah Anak digelar pada 12–13 Februari 2026. Mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”, forum ini menjadi wadah aspirasi masyarakat yang selama ini menanti kepastian pembangunan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan OPD, Babinkamtibmas, tokoh adat, pemuda, hingga pemerintah desa. Semangat kolaborasi tercermin dalam nilai “BerAKHLAK” dan komitmen pelayanan publik yang digaungkan dalam forum tersebut.

Sekretaris Kecamatan Lelak yang membuka kegiatan mewakili Plt Camat mengungkapkan terdapat 25 usulan prioritas dari masyarakat. Namun, sebagian besar masih dalam tahap penyempurnaan dan verifikasi.

“Semua usulan datang dari kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan hingga layanan publik,” ujarnya.

Salah satu aspirasi yang kembali mengemuka adalah pembangunan Jembatan Wae Porung, penghubung Kampung Raong, Desa Ketang dan Desa Bangka Tonggur. Usulan tersebut telah lama disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Fraksi PDIP, Maria Moto, mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama.

“Kebijakan efisiensi dari pusat dan pemerataan pembangunan membuat alokasi anggaran semakin terbagi,” jelasnya.

Senada, anggota DPRD dari Fraksi PKB, Vinsensius Supriadi, menyebut sebagian dana daerah terserap untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG). “Namun kami tidak akan berhenti memperjuangkan kebutuhan masyarakat Lelak,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, Kecamatan Lelak memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp2,024 miliar. Angka ini dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Adapun rincian alokasi anggaran tersebut meliputi:

  • Pemuda dan Olahraga: Rp224 juta (DAU SG dan DAU)
  • PUPR: Rp1,55 miliar (PDA dan DAU)
  • Kesehatan: Rp100 juta (DAU SG)
  • Pertanian: Rp150 juta (DAU)

Meski terbatas, para legislator berkomitmen memperjuangkan peningkatan anggaran pada tahun mendatang.

Forum Anak Lelak mengusulkan sepuluh program prioritas, termasuk perbaikan jalan di sekitar SMAK St. Stefanus Ketang dan SMAN 1 Lelak, serta penyediaan tempat sampah di ruang publik.

Di sektor kesehatan, kebutuhan mendesak adalah penempatan dokter di Puskesmas Ketang. Perwakilan dinas kesehatan menegaskan bahwa keberadaan tenaga medis bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut keselamatan warga.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Ferdi Ampur, yang mewakili Bupati Manggarai, menegaskan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan dan mengajak masyarakat turut mengawal pelaksanaannya.

“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Meski keterbatasan anggaran menjadi kenyataan yang tak bisa dihindari, Musrenbangcam menjadi bukti bahwa aspirasi warga Lelak tetap mendapat ruang. Setiap rupiah yang dialokasikan diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Harapan warga masih menyala: jembatan yang lama dinanti dapat terbangun, dokter tersedia di puskesmas, dan jalan rusak segera diperbaiki. Hingga saat itu tiba, kolaborasi dan pengawalan bersama menjadi kunci agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

Peliput : Safrinus

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments