DetailNews.id, Sampang – Program ketahanan pangan Desa Majangan, Kabupaten Sampang, menuai sorotan publik. Pasalnya, kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dibangun sebagai bagian dari program tersebut terlihat kosong tanpa aktivitas ternak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan kandang ayam telah berdiri permanen dan tampak selesai dikerjakan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya ayam petelur yang seharusnya menjadi inti dari program ketahanan pangan desa tersebut.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Warga mempertanyakan realisasi program yang telah menyerap anggaran desa, namun belum memberikan manfaat nyata bagi perekonomian maupun ketahanan pangan warga.
“Kalau kandangnya sudah jadi tapi ayamnya tidak ada, tentu ini patut dipertanyakan. Program ini seharusnya bisa membantu masyarakat,” ujar Aziz, salah seorang warga Desa Majangan.
Upaya konfirmasi kepada Penjabat (PJ) Kepala Desa Majangan berinisial K hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan tidak memberikan respons. Warga juga menyebutkan bahwa PJ Desa jarang terlihat berada di kantor desa dalam beberapa waktu terakhir.
Masyarakat berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka terkait keberlanjutan program ketahanan pangan BUMDes tersebut, termasuk penggunaan anggaran dan rencana operasional ke depan. Mereka juga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk melakukan evaluasi dan pendampingan agar program yang telah direncanakan tidak mangkrak.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun BUMDes Desa Majangan. Media ini akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait guna menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.
Peliput : Aziz





