Kota Gorontalo Butuh Perbaikan Sistem, Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Belum Layak Dirayakan
Oleh : Syawal Hamjati, PTKP HMI Cabang Gorontalo
DetailNews.id, Gorontalo – Peringatan satu tahun kepemimpinan di Gorontalo dinilai bukan momentum perayaan, melainkan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara jujur dan objektif. Hal tersebut disampaikan PTKP HMI Cabang Gorontalo melalui Kabid PTKP, Syawal Hamjati.
Menurut Syawal, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan terletak pada seberapa sering capaian diklaim, melainkan pada sejauh mana perubahan benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyoroti persoalan sampah yang hingga kini dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo, produksi sampah harian disebut masih berada pada kisaran 180 ton per hari, meningkat dibanding periode sebelumnya yang berada di angka sekitar 140 ton per hari. Angka tersebut, kata dia, menjadi indikator bahwa persoalan sampah belum mengalami penurunan yang berarti.
“Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, slogan ‘Bekeng Bae Sampah’ justru dipromosikan sebagai simbol keberhasilan satu tahun kerja. Hingga kini belum ada rilis data terbaru yang menunjukkan secara terbuka penurunan volume sampah atau peningkatan persentase pengolahan yang dapat diverifikasi publik,” ujarnya.
Syawal juga menyoroti besarnya alokasi anggaran dalam penanganan sampah. Disebutkan, sekitar 70 persen anggaran kelurahan telah dialihkan untuk mendukung program tersebut. Selain itu, pemerintah juga menambah armada melalui kerja sama lintas pihak serta mendapat dukungan kelembagaan dari DPRD Kota Gorontalo.
Namun demikian, menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan volume sampah belum berkurang secara signifikan. “Artinya, persoalan utama bukan pada kurangnya program atau anggaran, tetapi pada efektivitas tata kelola dan implementasi,” tegasnya.
Ia menilai, pemerintah perlu lebih mengedepankan transparansi data dan evaluasi sistem, ketimbang membangun narasi optimisme yang tidak sepenuhnya ditopang indikator teknis. Dalam tata kelola pemerintahan yang sehat, kritik seharusnya dijawab dengan data, indikator kinerja, serta langkah perbaikan nyata.
PTKP HMI Cabang Gorontalo juga menyinggung implementasi Peraturan Daerah Kota Gorontalo No 12 Tahun 2017 tentang pengelolaan sampah yang dinilai belum berjalan optimal. Di sejumlah titik kota, tumpukan sampah masih ditemukan, kapasitas TPS kerap melampaui daya tampung, dan distribusi pengangkutan belum merata.
“Jika setelah pengalihan anggaran besar, tambahan armada, dan dukungan politik yang kuat, volume sampah masih tetap tinggi bahkan meningkat, maka ini bukan hari perayaan. Ini adalah momentum untuk mengakui bahwa persoalan sampah masih jauh dari selesai,” pungkasnya.
PTKP HMI Cabang Gorontalo menegaskan, keberanian mengakui kekurangan akan lebih bermakna dibanding euforia capaian yang belum sepenuhnya tercermin dalam data.






