DetailNews.id, NTT – Semangat persaudaraan dan kepedulian sosial tercermin kuat dalam perayaan Ibadah Syukuran Natal dan Tahun Baru (NATARU) yang digelar oleh Persatuan Anak Nikis (PANIK) di Dusun 3 Desa Oeleu, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang mengusung tema “Saudara Dalam Kristus” ini dipimpin oleh Pdt. Aulia W. Dethan-Konay, M.Si., Ketua Majelis Jemaat GMIT Nektola Nikis. Perayaan tersebut menjadi wujud nyata komitmen PANIK dalam menebarkan kasih, sukacita, serta memperkuat ikatan persaudaraan di tengah masyarakat. Ketua Panitia, Imen Bako, menyampaikan laporan tertulis kegiatan kepada media Detailnew.id, Kamis (1/1/2026).
Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, diawali dengan prosesi penerimaan secara adat sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh agama, pemerintah desa, serta para pendidik. Hal ini mencerminkan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Oeleu.
Ketua PANIK, Adi S. Tana, S.Pd, dalam laporannya memaparkan capaian berbagai program organisasi sepanjang tahun 2025, sekaligus menyampaikan visi dan misi PANIK yang kini menaungi 141 pemuda, mulai dari pelajar tingkat SMP hingga mahasiswa. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Syukuran NATARU dilaksanakan secara bergilir dari RT ke RT di Dusun 3 Desa Oeleu sebagai upaya mempererat kebersamaan warga.
Sejak didirikan pada tahun 2018, PANIK telah menjalankan sejumlah program sosial yang berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat. Program tersebut meliputi bantuan pendidikan untuk kegiatan KKN, PPL, biaya wisuda, santunan duka bagi anggota yang berduka, hingga dukungan pada pernikahan anggota.
“Program-program ini tidak hanya membantu masyarakat dan jemaat, tetapi juga memperkuat solidaritas internal PANIK,” ujar Adi S. Tana. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Oeleu, Gereja Nektola Nikis, tokoh masyarakat, serta para orang tua atas dukungan yang terus mengalir.
Sementara itu, Kepala Desa Oeleu, Madrisnuin Bako, S.Pd.K, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar PANIK, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat. Ia menilai kehadiran PANIK telah memberikan dampak positif serta menginspirasi peran aktif pemuda dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.
Momen penuh haru terjadi saat pembakaran lilin Natal yang diwakili oleh delapan orang, melambangkan delapan tahun perjalanan PANIK. Suasana semakin emosional ketika tuan rumah syukuran, Simon Tana, menyampaikan ungkapan dalam Bahasa Dawan, “Haim Poim Lalien Nako Mesokan” (Kami Telah Keluar dari Kegelapan), yang disambut haru oleh para hadirin.
Dalam pesan Natalnya, Pdt. Aulia W. Dethan-Konay menekankan pentingnya menjaga keutuhan persaudaraan dalam tubuh PANIK. Senada dengan itu, Ketua Panitia Imen Bako mengajak seluruh anggota untuk terus berpegang pada Roma 12:12, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.”
Perayaan ini juga menjadi momentum pemberian penghargaan kepada dua anggota PANIK yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi, yakni Nikson Keubana, S.Pd dan Aris Tanesab, S.H.
“Jadilah terang di tempat yang gelap, jadilah pelita bagi mereka yang membutuhkan, khususnya bagi kaum lemah,” pesan Ketua PANIK menutup kegiatan.
Ke depan, PANIK berkomitmen untuk semakin memaksimalkan pelaksanaan program sosial pada tahun 2026, demi terus membawa manfaat nyata dan menjadi sumber harapan bagi masyarakat Dusun 3 Desa Oeleu.
Peliput : Safrinus







