Sabtu, Februari 14, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungPAPERA–APPSI Tunjukkan Keberpihakan pada Nelayan, Sponsori Lomba Racing Pakura Hingga Libatkan Peserta...

PAPERA–APPSI Tunjukkan Keberpihakan pada Nelayan, Sponsori Lomba Racing Pakura Hingga Libatkan Peserta Perbatasan

DetailNews.id, Bitung — Dukungan terhadap penguatan ekonomi pesisir kembali ditunjukkan organisasi relawan dan pedagang di Kota Bitung. PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya) dan APPSI (Asosiasi Perdagangan Pasar Seluruh Indonesia) tampil sebagai sponsor utama Lomba Racing Pakura yang digelar Rukun Tasumaro di Pantai Dodik, Kelurahan Wangurer, Sabtu (14/2).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan puncak pelaksanaan Upacara Adat Tulude tradisi masyarakat Nusa Utara yang memiliki sarat nilai syukur dan doa awal tahun nantinya akan dilaksanakan pada minggu (15/2)

Perpaduan antara olahraga tradisional dan ritual budaya ini dinilai menjadi simbol penguatan identitas pesisir sekaligus ruang konsolidasi ekonomi rakyat.

Ajang adu cepat perahu tradisional itu diikuti sekitar 15 tim, tidak hanya dari Kota Bitung, tetapi juga dari Kawio, wilayah perbatasan Indonesia Filipina. Kehadiran peserta dari kawasan terluar tersebut memberi pesan kuat tentang persatuan dan semangat kebangsaan di garis depan NKRI. Tim Kawio akhirnya keluar sebagai juara umum.

Ketua PAPERA Kota Bitung, Vanny Kaunang, menegaskan keterlibatan organisasinya bukan sekadar dukungan simbolik, melainkan wujud nyata keberpihakan terhadap nelayan sebagai penggerak utama ekonomi pesisir.

“Kami di PAPERA hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai bagian dari perjuangan ekonomi rakyat. Nelayan adalah tulang punggung pesisir Bitung. Melalui lomba pakura ini, kami ingin membangkitkan semangat, solidaritas, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal,” ujar Vanny.

Ia juga menekankan bahwa partisipasi peserta dari Kawio menjadi simbol kuat kedaulatan dan persatuan bangsa.

“Kehadiran saudara-saudara kita dari perbatasan menunjukkan bahwa semangat Indonesia Raya hidup sampai ke wilayah terluar. Ini bukan sekadar lomba, tetapi pesan kebangsaan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana, Sartika Manuel, menjelaskan bahwa integrasi lomba pakura dengan Tulude merupakan strategi untuk mengangkat kearifan lokal sekaligus memperkuat jejaring sosial antarwilayah.

“Kami ingin lomba ini menjadi ruang silaturahmi, ruang budaya, sekaligus ruang pemberdayaan. Tulude adalah identitas masyarakat Nusa Utara, dan pakura adalah denyut kehidupan nelayan. Ketika keduanya dipadukan, inilah wajah asli pesisir Bitung,” jelas Sartika.

Menurutnya, dukungan PAPERA dan APPSI memberikan energi tambahan bagi panitia dan peserta, sekaligus menunjukkan bahwa organisasi pedagang dan elemen masyarakat dapat bersinergi memperkuat sektor kelautan dan perikanan.

Momentum ini diproyeksikan menjadi pemantik kebangkitan ekonomi pesisir Bitung, terutama di tengah upaya memperkuat UMKM, perdagangan pasar rakyat, dan kesejahteraan nelayan. Lebih dari sekadar kompetisi, Lomba Racing Pakura di Pantai Dodik Wangurer menjelma menjadi simbol kolaborasi, budaya, dan keberpihakan nyata pada ekonomi rakyat hingga ke wilayah perbatasan negara.

 

Peliput : ical

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments