Senin, Januari 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaHalbarPasca Banjir, Ketua PCNU Serukan Merawat Tradisi dan Menjaga Etika Ekoteologi

Pasca Banjir, Ketua PCNU Serukan Merawat Tradisi dan Menjaga Etika Ekoteologi

DetailNews.id, Halbar – Di tengah suasana duka pascabencana banjir terbesar yang melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Ketua Tanfidziyah PCNU Halmahera Barat, H. Imrat Idrus, S.Sos., M.Si, menyerukan pentingnya merawat tradisi dan menjaga etika ekoteologi sebagai pijakan moral dan kosmologis dalam membangun kembali kehidupan masyarakat serta lingkungan.

Seruan tersebut disampaikan saat Nahdlatul Ulama (NU) bersama jajaran PCNU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan IKA PMII menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir di Desa Tongute Ternate, Tongute Asal, Gamlamo, dan Tobgute wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat luapan sungai dan hujan ekstrem.

“Banjir ini bukan sekadar bencana alam, tetapi juga peringatan bagi kita semua. Kita perlu kembali merawat tradisi dan menjaga etika ekoteologis sebagai kesadaran bahwa alam adalah amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga, bukan dieksploitasi tanpa batas,” tegas H. Imrat Idrus di hadapan warga pengungsi.

Menurutnya, masyarakat Kecamatan Ibu sejatinya memiliki kearifan lokal dalam menjaga relasi harmonis dengan alam, mulai dari tata kelola sungai dan hutan hingga pengaturan ruang hidup berbasis tradisi. Namun, tekanan pembangunan, pembukaan lahan, serta perubahan pola hidup yang mengabaikan keseimbangan lingkungan telah menyebabkan nilai-nilai tersebut semakin tergerus, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap bencana ekologis seperti banjir dan tanah longsor.

Dalam konteks tersebut, NU memandang penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan evakuasi dan penyaluran bantuan logistik, tetapi harus disertai dengan refleksi kolektif serta perubahan cara pandang terhadap alam.

NU mendorong penguatan kembali nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang memuliakan seluruh ciptaan Tuhan dan menempatkan manusia sebagai penjaga, bukan penguasa mutlak atas alam.

H. Imrat Idrus juga menekankan bahwa proses pemulihan Halmahera Barat harus berpijak pada etika lingkungan agar pembangunan ke depan tidak kembali melahirkan bencana serupa.

“Jika pembangunan dilakukan tanpa mempertimbangkan daya dukung alam, maka sesungguhnya kita sedang menyiapkan musibah baru. Tradisi dan agama telah memberi panduan agar manusia hidup selaras dengan bumi,” ujarnya.

Di tengah upaya membersihkan lumpur, memperbaiki rumah warga, dan menata kembali kehidupan masyarakat Kecamatan Ibu, seruan NU tersebut menjadi penanda bahwa kebangkitan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga tentang membangun kesadaran ekologis dan spiritual.

Bagi NU, merawat tradisi dan menjaga etika ekoteologi merupakan jalan penting untuk memastikan tragedi banjir besar di Halmahera Barat tidak terulang sebagai luka yang sama di masa mendatang.

Peliput : Edy

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments