DetailNews.id, Bitung – Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Bitung, Mario Mamuntu, turun langsung meninjau kondisi pesisir Pantai Dodik di Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Kamis (2/4), menyusul gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah tersebut pada pagi hari.
Peninjauan dilakukan bersama sejumlah nelayan setempat, termasuk warga pesisir Ramos Barahama, setelah masyarakat melaporkan sempat terjadi fenomena surutnya air laut di kawasan Pantai Dodik pascagempa.
Mario Mamuntu mengatakan kehadirannya di lokasi untuk memastikan langsung kondisi pesisir serta menenangkan masyarakat nelayan yang sempat khawatir dengan perubahan air laut.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Memang sempat terjadi surut air laut setelah gempa, tetapi saat ini situasi sudah kembali normal dan tidak ada tanda-tanda yang membahayakan,” kata Mario.
Ia menegaskan, aktivitas masyarakat di wilayah pesisir kini mulai kembali berjalan seperti biasa, termasuk kegiatan nelayan yang melaut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan di pesisir Bitung, agar tetap tenang dan tidak panik. Aktivitas sudah bisa berjalan seperti biasa, tetapi tetap harus waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujarnya.
Mario juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum terverifikasi yang beredar di media sosial.
“Situasi seperti ini sering memunculkan berbagai informasi yang belum tentu benar. Karena itu masyarakat harus mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait,” tegasnya.
Menurutnya, koordinasi antara masyarakat nelayan, pemerintah daerah, dan instansi kebencanaan sangat penting untuk memastikan keamanan warga pesisir setelah peristiwa gempa.
“Yang paling penting saat ini adalah ketenangan masyarakat. Nelayan harus tetap waspada, tetapi tidak perlu panik karena kondisi di pesisir Pantai Dodik sudah kembali normal,” tambah Mario.
Peliput : Ical



