DetailNews.id – Pemerintah Kota Kotamobagu menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui kegiatan Parade Damai Jalan Sehat Kerukunan, yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Senin (21/07/2025).
Kegiatan yang berlangsung di jantung Kota Kotamobagu ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta, melibatkan Ormas Keagamaan, pelajar Madrasah dan SMA Kristen, serta unsur Forkopimda dan instansi vertikal lainnya. Peserta menempuh rute yang dimulai dan berakhir di halaman Kantor Kemenag Kotamobagu, melewati Patung Bogani, Kampus UDK, hingga Kompleks Polres Kotamobagu di Jl. Paloko Kinalang, Kotobangon.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kakanwil Kemenag Sulut Dr. Ulyas Taha bersama ibu, Asisten III Pemkot Kotamobagu Agung Adati, SH, MH mewakili Wali Kota Kotamobagu, Kakan Kemenag Kotamobagu Jamaluddin Lamato, Kasat Binmas Polres Kotamobagu AKP Edi Haryanto, serta perwakilan dari Kodim 1303 Bolmong.
Dalam sambutannya, Asisten III Agung Adati mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud nyata dari komitmen bersama untuk hidup rukun dan damai.
“Semoga kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan toleransi di Kota Kotamobagu dan Sulawesi Utara secara umum. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Agung.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulut, Dr. Ulyas Taha, dalam sambutannya menekankan pentingnya merawat keberagaman sebagai aset utama bangsa.
“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo, kita harus terus membangun tatanan kehidupan yang harmonis, memperkuat hubungan dengan lingkungan, serta menjaga kerukunan umat beragama. Kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan,” tegas Ulyas.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif pelajar lintas agama, termasuk siswa-siswi dari SMA Kristen, yang menurutnya merupakan langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai edukasi toleransi sejak dini.
“Keterlibatan generasi muda dari berbagai latar belakang agama sangat penting. Mereka adalah penerus bangsa yang harus dibekali dengan pemahaman bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan yang memecah,” lanjutnya.
Parade damai ini berjalan lancar dan penuh semangat. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, aparat keamanan, serta elemen masyarakat menjadi fondasi kokoh bagi kehidupan toleran di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Peliput : Owen Bangki/Yardi Harun