Senin, Februari 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraPemkot Tarakan Mulai Relokasi Pedagang Buah, Penataan Kota Jadi Prioritas

Pemkot Tarakan Mulai Relokasi Pedagang Buah, Penataan Kota Jadi Prioritas

DetailNews.id, Tarakan — Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memastikan penataan pedagang buah kawasan Indor Telaga Keramat, di Jl. Sungai Sesayap, Kelurahan Kampung Enam, Tarakan Timur, dilakukan melalui proses relokasi yang telah disepakati bersama para pedagang.

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., mengatakan langkah ini ditempuh agar aktivitas usaha tetap berjalan, seiring upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib dan nyaman.

Rencana relokasi telah melalui sejumlah pertemuan dan dialog dengan perwakilan pedagang. Pada prinsipnya, para pedagang telah memahami dan menyepakati langkah penataan tersebut.

“Alhamdulillah sudah ada pemahaman bersama. Memang sempat terkendala penyiapan lahan karena adanya klaim, tetapi itu sudah diselesaikan,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Pemkot Tarakan akan menyiapkan lokasi sementara dengan pengerjaan agregat oleh Dinas Pekerjaan Umum. Pekerjaan fisik tersebut dijadwalkan mulai Sabtu (7/2/2026).

“Awalnya direncanakan dipaving, tetapi karena sifatnya sementara dan membutuhkan waktu cukup lama, secara teknis menurut PU penggunaan agregat sudah memadai. Setelah lokasi siap, barulah pedagang dipindahkan,” kata orang no satu di Tarakan.

Dalam proses relokasi ini, Pemkot dan para pedagang juga telah menyepakati ukuran lapak, yakni sekitar 2 x 2 meter untuk setiap pedagang. Khairul menegaskan, relokasi bukanlah penggusuran, melainkan bagian dari penataan agar aktivitas perdagangan tetap berlangsung tanpa mengganggu ketertiban kota.

“Awalnya pedagang tidak banyak, tetapi sekarang jumlahnya semakin bertambah. Dari sisi estetika sudah kurang elok. Kita ingin mereka tetap bisa berjualan, namun kota juga tertata,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot berencana menyiapkan kawasan khusus pedagang buah yang lebih representatif. Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti tempat duduk dan area makan, demi kenyamanan pedagang maupun pembeli.

“Supaya pembeli juga nyaman, tidak lagi berjualan di mana-mana, kulit buah dibuang sembarangan, dan kebersihan kota tetap terjaga,” tambah Khairul.

Terkait lokasi permanen, Khairul menyebut masih berada di sekitar kawasan Jalan Sungai Sesayap. Sejumlah opsi lahan, termasuk aset milik pemerintah daerah, akan ditinjau lebih lanjut sebelum ditetapkan secara final.

“Kalau sudah cocok, baru kita desain yang bagus dan rapi, pedagang nyaman, serta keindahan kota tidak terganggu,” pungkasnya.

Peliput: Raden

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments