Jumat, Januari 9, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungPenumpang PELNI 2025 Tembus 5,15 Juta Orang, Lampaui Target dan Perkuat Konektivitas...

Penumpang PELNI 2025 Tembus 5,15 Juta Orang, Lampaui Target dan Perkuat Konektivitas Nusantara

DetailNews.id, Bitung — PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total penumpang mencapai 5.154.080 orang di seluruh rute pelayaran. Capaian ini setara 101,15 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 dan menegaskan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan laut nasional.

‎Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menyampaikan bahwa jumlah penumpang pada 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.095.483 penumpang.

‎“Capaian ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan angkutan laut PELNI. Ini juga merupakan hasil dari peningkatan kualitas pelayanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang kami lakukan secara konsisten sepanjang tahun 2025,” ujar Tri Andayani dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).

‎Berdasarkan data perusahaan, jumlah penumpang kapal penumpang PELNI sepanjang 2025 mencapai 4.472.918 orang, atau 109,10 persen dari target anggaran sebesar 4,1 juta penumpang. Sementara itu, kapal perintis melayani 681.162 penumpang, melampaui target anggaran sebesar 104,41 persen dari 652.417 penumpang.

‎“Jumlah penumpang yang melampaui 5,1 juta orang menunjukkan bahwa layanan PELNI masih menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk mobilitas antarpulau. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang terus menggunakan layanan PELNI,” lanjutnya.

‎Dari sisi sebaran wilayah, kontribusi penumpang terbesar berasal dari wilayah Indonesia Tengah dengan porsi 47,2 persen atau 2.109.876 penumpang, disusul wilayah Indonesia Timur sebesar 29,4 persen atau 1.317.237 penumpang. Data ini mempertegas peran strategis PELNI dalam menghubungkan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta menjaga konektivitas nasional.

‎“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar transportasi laut PELNI tetap aman, nyaman, dan terjangkau, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Tri Andayani.

‎Adapun ruas pelayaran terpadat sepanjang 2025 antara lain Belawan–Batam dengan 131.369 penumpang, Batam–Belawan (124.143), Makassar–Bau-Bau (81.818), Bau-Bau–Makassar (71.192), serta Batam–Tanjung Priok (56.405).

‎Sementara itu, pelabuhan keberangkatan terpadat didominasi oleh Makassar dengan 382.982 penumpang, diikuti Ambon (290.242), Bau-Bau (263.297), Surabaya (226.257), dan Tanjung Priok (207.631). Untuk pelabuhan kedatangan, Makassar juga menempati posisi teratas dengan 385.457 penumpang.

‎Secara terpisah, Kepala Cabang PT PELNI Bitung, Juni Samsudin, menilai capaian ini menegaskan bahwa transportasi laut PELNI masih menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

‎“Keberhasilan pencapaian target penumpang 2025 menunjukkan bahwa transportasi laut PELNI masih menjadi primadona bagi masyarakat menengah ke bawah, terutama di wilayah tengah dan timur Indonesia,” kata Juni.

‎Ia menambahkan, PELNI terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang.

‎“Kami selalu berusaha memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, dengan standar keselamatan dan kenyamanan sebagai prioritas utama,” tutupnya.

‎Sebagai BUMN di bidang jasa pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas dan singgah di 75 pelabuhan. Selain itu, PELNI mengelola 30 trayek kapal perintis yang menjangkau 229 pelabuhan dengan 516 ruas dan 2.515 rute, serta mengoperasikan 18 kapal rede, 8 trayek tol laut, dan satu trayek khusus kapal ternak untuk mendukung logistik nasional.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments