DetailNews.id, Bitung — Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bitung untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui lima prioritas pembangunan tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Perdana Pemerintah Kota Bitung Tahun 2026 yang digelar di Ruang S.H. Sarundajang, Senin (5/1/2026).
Rapat kerja tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Sekretaris Daerah Kota Bitung Ir. I.G.N. Rudy Theno, serta seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bitung.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar menekankan bahwa tahun 2026 merupakan momentum strategis untuk menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.
“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum awal untuk menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh program pemerintah benar-benar terarah, terukur, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Hengky.
Walikota juga menegaskan pentingnya perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) agar lebih cepat, responsif, dan profesional dalam melayani masyarakat.
“Saya ingin seluruh ASN bekerja dengan ritme cepat, disiplin, dan profesional. Tidak ada lagi birokrasi lambat, karena masyarakat menuntut pelayanan yang pasti dan berkualitas,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Wali Kota memaparkan lima prioritas awal pembangunan Kota Bitung Tahun 2026, yakni penguatan daya saing sumber daya manusia, percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan ekonomi yang merata dan inklusif, penguatan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik yang akuntabel, serta peningkatan kondisi wilayah yang kondusif, berkualitas, dan harmonis.
Menurutnya, pembangunan manusia tetap menjadi fondasi utama dalam seluruh kebijakan pembangunan daerah.
“Pembangunan SDM adalah kunci. Kita ingin masyarakat Bitung sehat, cerdas, dan produktif, serta ASN yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.
Pemkot Bitung, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai program strategis tahun 2026, mulai dari pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur jalan dan drainase, pemasangan lampu jalan di seluruh kelurahan, penguatan perlindungan sosial, jaminan layanan kesehatan, hingga pemerataan akses pendidikan melalui penyediaan perlengkapan sekolah dan dukungan biaya bagi siswa kurang mampu.
Di sektor ekonomi, pemerintah daerah akan mendorong penguatan UMKM, perikanan, pertanian, dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Salah satu kebijakan konkret yang disiapkan adalah alokasi anggaran Rp200 juta per kelurahan dalam APBD 2026.
“Anggaran ini kami siapkan agar pembangunan benar-benar dimulai dari kelurahan, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan menciptakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan,” jelas Hengky.
Selain itu, Wali Kota juga mengumumkan sejumlah kebijakan strategis lainnya, di antaranya pembayaran TPP ASN yang tertunda pada tahun 2024, rekrutmen kepala RT di awal tahun, penerapan manajemen talenta ASN berbasis meritokrasi, perluasan jaringan internet hingga wilayah blank spot, serta penguatan kesiapsiagaan bencana dan kebakaran secara terpadu.
“Manajemen talenta berbasis meritokrasi akan kami jalankan secara konsisten, agar ASN yang berprestasi mendapat ruang dan penghargaan yang layak,” ujarnya.
Hengky menegaskan bahwa keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Tahun 2026 harus menjadi tahun kerja nyata, tahun penguatan kinerja, dan tahun di mana kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Bitung mengajak seluruh jajaran Pemkot Bitung untuk bersama-sama mewujudkan visi Harmonis Menuju Bitung Maju, demi terciptanya kota yang sejahtera, berdaya saing, dan bermartabat.
“Dengan kebersamaan dan kerja sungguh-sungguh, kita wujudkan Bitung yang maju, harmonis, dan berdaya saing,” pungkas Hengky Honandar.
Peliput : ical






