DetailNews.id, Morowali — Proses perundingan antara manajemen PT Risun dan Pengurus Komisariat (PK) Niaga, Informatika, Keuangan, Perbankan, dan Aneka Industri Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (Nikeuba KSBSI), berhasil diselesaikan kondusif tanpa diwarnai aksi mogok.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari PK Nikeuba KSBSI PT Risun. Mereka menilai perusahaan menunjukkan keterbukaan, itikad baik, serta kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja. PT. RISUN beroperasi di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah.
Ketua PK Nikeuba KSBSI PT RISUN, Bernard Rolensius Siahaan, mengatakan keberhasilan perundingan ini menjadi bukti bahwa dialog dan musyawarah masih menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan persoalan hubungan industrial.
“Proses perundingan antara manajemen PT Risun dan PK Nikeuba berjalan dengan baik dan berhasil diselesaikan secara kondusif tanpa aksi mogok kerja. Kami mengapresiasi sikap manajemen yang terbuka, beritikad baik, dan peduli terhadap kesejahteraan pekerja,” ujar Bernard, Sabtu (17/1/26).

Menurut Bernard, komitmen manajemen dalam menjalankan perundingan secara dialogis berperan penting dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di lingkungan perusahaan. Pendekatan tersebut dinilai mampu meredam potensi konflik serta menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis.
“Keberhasilan penyelesaian ini membuktikan bahwa komunikasi terbuka dan musyawarah merupakan solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan, tanpa langkah ekstrem, seperti aksi mogok kerja,” katanya.
Bernard berharap kesepakatan yang telah dicapai dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi seluruh pekerja.
Hasil perundingan tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mempererat kerja sama serta membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan di masa mendatang.
Peliput: Raden






