DetailNews.id, Tarakan — PT Pelni (Persero) Cabang Tarakan mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan satu unit kapal tol laut pada 2026 guna memperkuat distribusi logistik di wilayah Kalimantan Utara.
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan Ferdy Ronny Masengi mengatakan kapal tol laut tersebut akan dioperasikan menggunakan KM Logistik Nusantara V dengan kapasitas angkut 200 TEUs. Kapal ini akan melayani trayek Surabaya–Makassar–Nunukan–Tarakan–Makassar–Surabaya.
“Pada 2026 kami mendapat penugasan satu unit kapal tol laut dengan rute tersebut. Kapal yang dioperasikan adalah KM Logistik Nusantara V,” kata Ferdy di Tarakan, Senin (12/1/2026).
Ferdy menjelaskan, Pelni telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Perdagangan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penugasan tersebut. Pelni juga akan menggelar sosialisasi kepada pengguna jasa logistik pada 19–20 Januari 2026.
Sosialisasi itu ditujukan bagi pelaku usaha yang akan mengirimkan barang dari Surabaya dan Makassar ke Tarakan serta wilayah sekitarnya.
“Kami berharap para pelaku usaha dapat memanfaatkan kapal tol laut ini untuk mendukung kelancaran distribusi barang,” ujarnya.
KM Logistik Nusantara V dijadwalkan tiba perdana di Tarakan pada 25 Januari 2026 dengan membawa barang-barang kebutuhan pokok. Namun, Ferdy menegaskan kapasitas angkut kapal akan dialokasikan untuk beberapa wilayah, termasuk Nunukan, sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.
Terkait tarif angkutan, Ferdy memastikan biaya pengiriman telah ditetapkan melalui skema subsidi pemerintah dan terintegrasi dalam sistem daring kementerian terkait.
“Tarif sudah ditentukan oleh pemerintah dan berlaku nasional. Operator tidak memiliki kewenangan untuk mengubah tarif tersebut,” katanya.
Untuk jadwal pelayaran selanjutnya hingga akhir tahun, Pelni masih menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat setelah pelayaran perdana pada Januari.
Mengenai mekanisme pemuatan barang, Ferdy menjelaskan pelaku usaha terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah untuk mendapatkan persetujuan. Setelah itu, Pelni akan menyiapkan kontainer sesuai kebutuhan pengguna jasa.
Adapun komoditas yang berpotensi diangkut dari Kalimantan Utara ke Makassar dan Surabaya masih akan dibahas lebih lanjut bersama pelaku usaha. Salah satu komoditas yang dinilai memiliki potensi adalah rumput laut.
Ferdy menegaskan, kapal tol laut tersebut khusus melayani angkutan logistik dan tidak diperuntukkan bagi penumpang. “Kapal ini bertipe kontainer. Untuk angkutan penumpang sudah ada penugasan kapal PSO,” ujarnya.
Selain itu, KM Logistik Nusantara V juga dapat mengakomodasi muatan berpendingin (reefer) sesuai kebutuhan pengguna jasa. Pelni berharap kehadiran kapal tol laut ini dapat memperkuat rantai pasok, menekan biaya logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Tarakan dan wilayah Kalimantan Utara.
Peliput: Raden







