DetailNews.id, Bitung – Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya dalam menjaga harmoni dan mendorong sektor pariwisata melalui perayaan Prosesi Keagamaan Goan Siao/Cap Go Meh 2577 Kongzili Tahun 2026 yang dipusatkan di Klenteng Seng Bo Kiong, Kecamatan Madidir, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 peserta dan pengunjung tersebut dilepas langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE bersama Wakil Walikota Bitung Randito Maringka, S.Sos , bersama unsur Forkopimda Kota Bitung.
Parade ritual dan non-ritual menempuh rute kurang lebih dua kilometer, melintasi Jalan A.A. Maramis, Jalan Martadinata, hingga Bangsal Utama di depan Rumah Dinas Wali Kota, sebelum kembali finis di Klenteng Seng Bo Kiong.
Saat sesi wawancara, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari penguatan identitas dan daya tarik pariwisata Kota Bitung.
“Perayaan Cap Go Meh ini adalah kekayaan budaya yang harus kita rawat bersama. Pemerintah Kota Bitung menjadikannya sebagai bagian dari agenda pariwisata daerah yang mampu menarik kunjungan wisatawan,” ujar Hengky.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa ruang-ruang hiburan dan kebudayaan sangat dibutuhkan.
“Kita melihat langsung masyarakat begitu antusias. Artinya, masyarakat haus hiburan yang sehat, berkualitas, dan bernilai budaya. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” katanya.
Hengky juga menekankan pentingnya harmonisasi antarumat beragama sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Bitung dibangun di atas keberagaman. Melalui momentum Cap Go Meh ini, kita perkuat harmonisasi. Jika masyarakat rukun dan saling menghormati, maka Bitung maju bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan budaya,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan parade non-ritual yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pariwisata dan Dikbud, TP-PKK, hingga organisasi kemasyarakatan.
Sementara itu, parade ritual menampilkan barisan tradisi Tionghoa seperti Lima Jenderal (Ngo Heng Yang), pasukan 36 bendera, barongsai, naga hijau, hingga arak-arakan kereta hias Lo Cia, Kwan Seng Te Kun, Ma Co’, Cai Sen Ya, dan Kwan In.
Kehadiran unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bitung memperkuat pesan toleransi dalam perayaan tersebut. Prosesi berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 19.25 WITA.
Cap Go Meh merupakan puncak dan penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ke-15 bulan pertama dalam penanggalan lunar. Di Kota Bitung, tradisi ini telah menjadi bagian dari kalender budaya tahunan dan terus didorong menjadi magnet wisata religi dan budaya di Sulawesi Utara.
Peliput : ical






