Minggu, Maret 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraSafari Ramadan Kakanwil Kemenag Kaltara: Anggap Ramadan Tahun Ini yang Terakhir, Agar...

Safari Ramadan Kakanwil Kemenag Kaltara: Anggap Ramadan Tahun Ini yang Terakhir, Agar Ibadah Lebih Maksimal

DetailNews.id, Tarakan – Safari Ramadan digelar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara bersama jamaah Masjid Darul Hikmah dan Yayasan Insan Mandiri di Masjid Darul Hikmah, Juata Permai, Tarakan Utara, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan sekaligus buka puasa bersama ini dihadiri Kakanwil Kemenag Kaltara Dr. (Cand). H. Muhammad Saleh, M.Pd.I., sejumlah tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan daerah. Turut hadir anggota DPR Provinsi Kalimantan Utara H. Yancong, anggota DPRD Kota Tarakan Suryadi Sangkala dan Chudarsiah, Camat Tarakan Utara, serta Lurah Juata Permai.

Dalam tausiyahnya, Kakanwil Kemenag Kaltara mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri secara bersama-sama. Ia mengingatkan bahwa pada hari ke-11 Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam hanya memiliki sekitar 18 hingga 19 hari lagi sebelum bulan suci tersebut berlalu.

“Pada hakikatnya bukan kita yang meninggalkan Ramadan, tetapi Ramadan yang akan meninggalkan kita. Apakah kita masih dipertemukan dengan Ramadan tahun depan atau tidak, itu rahasia Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menyampaikan pesan para kiai dan ustaz agar setiap Muslim meniatkan dalam hati bahwa Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir. Dengan niat tersebut, seseorang akan lebih maksimal dalam menjalankan seluruh amalan ibadah tanpa menyia-nyiakan waktu.

Menurutnya, anggapan masih ada Ramadan berikutnya sering membuat manusia lalai dan tidak konsisten dalam beribadah. Padahal, tidak ada yang mengetahui apakah masih diberi kesempatan bertemu Ramadan di tahun mendatang.

Ia juga menyinggung realitas kehidupan, di mana orang-orang yang pernah bersama di Ramadan sebelumnya bisa saja telah dipanggil oleh Allah SWT pada tahun berikutnya. Hal itu menjadi pengingat agar umat Islam memanfaatkan bulan suci dengan sebaik-baiknya.

Dalam ceramahnya, Kakanwil menjelaskan keunikan ibadah puasa dibandingkan ibadah lainnya. Ia mencontohkan bahwa ibadah seperti haji, salat, dan zakat dapat terlihat oleh orang lain, sedangkan puasa bersifat rahasia antara hamba dan Allah SWT.

“Yang tahu kita benar-benar berpuasa dengan sungguh-sungguh hanyalah diri kita dan Allah SWT. Itulah keistimewaan puasa,” katanya.

Ia mengilustrasikan, seseorang bisa saja terlihat berpuasa di hadapan keluarga, namun di luar rumah justru membatalkannya tanpa diketahui orang lain. Karena itu, puasa menjadi ibadah yang sangat bergantung pada keimanan dan kejujuran pribadi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sangat merugi jika Ramadan yang penuh keberkahan dilewati begitu saja tanpa perubahan dalam diri. Ia berharap dari Ramadan ke Ramadan harus ada peningkatan kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur dalam kehidupan.

Menurutnya, umat yang baik adalah mereka yang mampu bersyukur saat mendapat kebahagiaan dan bersabar ketika menghadapi ujian, sekaligus melakukan introspeksi diri kepada Allah SWT.

Di akhir tausiyah, ia mengajak seluruh jamaah memaksimalkan amalan di bulan Ramadan, mengingat banyak ibadah utama seperti turunnya Al-Qur’an dan kewajiban zakat memiliki keistimewaan di bulan suci tersebut.

“Sekali lagi, mari kita manfaatkan momentum Ramadan ini dengan sebaik-baiknya untuk mencari keridaan Allah SWT,” pungkasnya.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments