DetailNews.id, Bitung — Pemerintah Kota Bitung memaparkan kondisi keuangan daerah Tahun Anggaran 2026 yang tengah menghadapi tekanan fiskal menyusul berkurangnya alokasi transfer dari pemerintah pusat hingga hampir Rp200 miliar. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, dalam forum silaturahmi dan dialog terbuka bersama insan pers Biro Bitung. Jumat (9/1/2026)
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Hengky menjelaskan bahwa penurunan anggaran bukan disebabkan oleh kebijakan efisiensi internal pemerintah daerah, melainkan akibat pengurangan alokasi dari pemerintah pusat yang berdampak langsung terhadap perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di daerah.
“Pengurangan ini bukan efisiensi daerah. Jika efisiensi, anggaran masih dapat diatur dalam skema tertentu. Namun ini merupakan pengurangan transfer dari pusat yang tentu berpengaruh pada program-program yang telah direncanakan,” ujar Hengky Honandar.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bitung menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kesinambungan pelayanan publik dan memastikan roda pemerintahan berjalan secara optimal, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta prioritas kebutuhan masyarakat.
Forum dialog tersebut berlangsung secara terbuka dan interaktif di Ruang Merdeka Lounge, Kantor Wali Kota Bitung yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bitung, Ir IGN Rudy Theno ST MT MAP.
Berbagai pertanyaan, masukan, serta kritik dari insan pers dijawab langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah terhadap transparansi dan akuntabilitas publik.
“Kami memilih untuk terbuka. Media memiliki peran penting sebagai bagian dari kontrol publik yang konstruktif dan membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Hengky.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, mengapresiasi terselenggaranya forum silaturahmi tersebut. Ia menilai komunikasi yang sehat dan berkelanjutan antara pemerintah dan media merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Media bukan sekadar mitra publikasi, tetapi mitra strategis dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” ujar Randito.
Randito juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kepemimpinan Wali Kota Bitung serta memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan, termasuk insan pers, di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah.
“Kami akan terus menjaga soliditas pemerintahan dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, meskipun dalam keterbatasan anggaran,” pungkasnya.
Peliput: Ical







