DetailNews.id, Bitung — Komitmen Polri bersama pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., bersama Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, serta jajaran pimpinan Polda Sulut dan Forkopimda Kota Bitung.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang digelar serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara virtual bersama Kapolri, Menteri Pertanian, serta Ketua Komisi IV DPR RI dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono menjelaskan bahwa panen raya ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan konkret Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Saya mewakili Bapak Kapolda Sulawesi Utara mengikuti panen raya jagung secara nasional bersama Bapak Kapolri, Menteri Pertanian, dan Ketua Komisi IV DPR RI. Untuk wilayah Sulawesi Utara, Biro SDM Polri menetapkan Polres Bitung sebagai lokasi pelaksanaan panen raya di Kelurahan Manembo-nembo,” ujar Brigjen Pol. Awi Setiyono.
Ia mengungkapkan, lahan jagung yang dikelola Polres Bitung bersama kelompok tani setempat mencapai sekitar empat hektare dengan estimasi hasil panen sebesar 12 ton. Namun demikian, ia juga menyoroti adanya tren penurunan produksi jagung di Sulawesi Utara berdasarkan data statistik.
“Produksi jagung Sulawesi Utara mengalami penurunan sekitar 3,40 persen. Pada tahun 2024 produksi mencapai 112,7 ton, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi 108,93 ton atau berkurang sekitar 3,8 ton. Ini menjadi bahan evaluasi bersama,” jelasnya.
Menurut Wakapolda, salah satu faktor utama penurunan produksi tersebut adalah alih fungsi lahan pertanian, di mana sebagian petani beralih menanam komoditas lain seperti nilam yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Banyak petani beralih ke tanaman nilam karena harga jualnya bisa mencapai empat kali lipat dibanding jagung. Ini menjadi tantangan yang harus kita carikan solusi bersama,” tambahnya.
Untuk tahun 2026, Polda Sulawesi Utara bersama seluruh jajaran Polres telah menetapkan target penanaman jagung secara bertahap dalam empat kuartal. Khusus Kuartal I Tahun 2026, ditargetkan penanaman seluas 35 hektare dengan ketersediaan pupuk yang dipastikan aman.
Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Bitung terhadap langkah Polri dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya melalui sektor pertanian jagung.
“Pemerintah Kota Bitung sangat mendukung program ketahanan pangan yang dilaksanakan Polres Bitung. Kami siap menyiapkan bibit unggul, di mana satu hektare lahan dapat menghasilkan hingga delapan ton jagung,” tegas Hengky Honandar.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Bitung akan terus mendorong inovasi dan terobosan dalam pengadaan bibit unggul guna meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
“Kami akan terus mencari terobosan bibit unggul yang mampu meningkatkan produksi jagung secara signifikan, sehingga kesejahteraan petani di Kota Bitung juga ikut meningkat,” pungkasnya.
Panen Raya Jagung Serentak ini menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat peran sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Peliput : ical







