DetailNews.id, Tumbak – Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, bersiap menggelar perhelatan akbar bertajuk Gebiar Ketupat yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Desa Tumbak serta Festival Sang Pria.
Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Maret 2026, dengan puncak acara pada 19 Maret.
Pengasuh Yayasan Al-Hikam Cinta Indonesia, Alkindi Bilfaqih, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang sebagai momentum kebangkitan desa sekaligus ajang promosi budaya dan pariwisata.
“Ini bukan sekadar perayaan, tapi bentuk kecintaan kami terhadap kampung halaman. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberi daya kejut bagi Sulawesi Utara,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah bakar ikan sepanjang 2 kilometer di sepanjang kampung pesisir Desa Tumbak. Selain itu, kegiatan juga akan diramaikan dengan apel siaga santri Al-Hikam, haul ulama, serta Festival Sang Pria yang sarat nilai budaya dan religi.

Tak hanya masyarakat lokal, acara ini juga akan dihadiri ribuan kader Al-Hikam dari berbagai daerah. Khusus dari Kalimantan Utara (Kaltara), sekitar 150 hingga 200 kader dijadwalkan hadir untuk menziarahi guru mereka, sekaligus meramaikan kegiatan tersebut.
“Al-Hikam yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri, Insya Allah akan hadir. Ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan nilai spiritual,” jelasnya.
Desa Tumbak sendiri dikenal sebagai kampung unik di ujung wilayah Minahasa Tenggara. Selain memiliki keindahan alam laut, desa ini disebut sebagai satu-satunya kampung dengan 100 persen penduduk Muslim di kawasan tersebut, serta memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh besar.
Di antaranya adalah Syekh Abdus Samad Bahdar, Sayyid Abdullah Bilfaqih, Talha Bahdar, Helmy Bahdar, hingga Habib Muhsin Bilfaqih yang menjadi panutan masyarakat.
Menurut Alkindi, momentum HUT desa ini juga menjadi sarana menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar lebih memperhatikan wilayah-wilayah terluar.

“Kami ingin mengingatkan bahwa ada kampung di ujung Minahasa Tenggara yang punya potensi besar, baik dari sisi sejarah, religi, maupun pariwisata,” kata Alkindi.
Pihak panitia pun menargetkan kegiatan ini dapat mencatatkan prestasi hingga memperoleh rekomendasi sebagai event unggulan yang membanggakan Sulawesi Utara.
Selain itu, sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sulawesi Utara dan unsur Forkopimda, turut diundang untuk menghadiri puncak acara. Alkindi juga akan mengajak Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, M.Hum., banyak warga kaltara yang akan hadir sebab guru mereka pernah menjadi bagian penting pada kemajuan provinsi kaltara.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Sulawesi Utara, bahkan dari luar daerah, untuk datang dan meramaikan kegiatan ini. Mari bersama-sama kita hidupkan kembali pesona Desa Tumbak,” pungkasnya.
Dengan konsep yang memadukan budaya, religi, dan wisata, Gebiar Ketupat Desa Tumbak diharapkan menjadi magnet baru yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.
Peliput: Raden





