DetailNews.id, Bitung – Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara, Stefanus B. A. N. Liow, melakukan tindak lanjut kunjungan kerja dengan menggelar pertemuan bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor pelayaran di Kota Bitung, Sabtu (7/3/2026).
Dalam agenda tersebut, Senator Stefanus Liow melaksanakan penyerapan aspirasi dan dialog terbuka bersama stakeholder pelayaran terkait berbagai persoalan operasional dan pelayanan di Pelabuhan Bitung.
Pertemuan yang berlangsung di Kedai Bose, Kecamatan Maesa itu dihadiri oleh Kepala Cabang PT PELNI Bitung, General Manager Pelindo Bitung, KSOP Bitung, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Kepala Navigasi Bitung, Unsur TNI POLRI, serta insan pers.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja sebelumnya yang dilakukan Stefanus Liow dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPD RI terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, sekaligus memantau kesiapan transportasi laut menjelang momentum hari raya keagamaan Nyepi dan Idul Fitri.
Dialog berlangsung secara terbuka guna menggali berbagai masukan dari para pemangku kepentingan mengenai tantangan operasional pelabuhan, pelayanan penumpang, hingga kelancaran logistik dan transportasi laut di kawasan Pelabuhan Samudera Bitung.
Setelah dialog, rombongan juga melakukan pemantauan langsung di dermaga Pelabuhan Samudera Bitung untuk melihat kondisi operasional pelabuhan serta aktivitas pelayanan penumpang.
Stefanus Liow menegaskan bahwa penguatan koordinasi antarinstansi sangat penting guna memastikan pelayanan pelayaran berjalan optimal, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat periode hari raya.
“Pengawasan terhadap implementasi Undang-Undang Pelayaran harus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan aman, tertib, dan nyaman, terlebih menjelang momentum hari raya yang biasanya meningkatkan mobilitas penumpang,” ujar Stefanus Liow.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antar lembaga yang beraktivitas di kawasan pelabuhan menjadi kunci dalam menjaga kualitas pelayanan transportasi laut.
“Sinergi antara operator kapal, pengelola pelabuhan, tenaga kerja bongkar muat, navigasi, hingga aparat pengamanan harus terus diperkuat agar pelayanan di Pelabuhan Bitung semakin profesional dan berstandar keselamatan tinggi,” katanya.
Menurutnya, keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan oleh aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan di atas kapal.
“Penataan aktivitas di atas kapal, termasuk pedagang yang masuk tanpa pengaturan yang jelas, perlu ditertibkan. Semua pihak harus mengutamakan aspek keselamatan penumpang,” tegasnya.
Stefanus Liow menambahkan bahwa seluruh hasil dialog dan pemantauan lapangan tersebut akan menjadi bagian dari bahan evaluasi serta laporan resmi dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPD RI di sektor transportasi laut.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang menggunakan transportasi laut, khususnya dari dan menuju Bitung, mendapatkan pelayanan yang aman, layak, dan manusiawi,” ungkapnya.
Melalui koordinasi dan sinergi antara pemerintah, operator pelayaran, serta seluruh pemangku kepentingan di pelabuhan, diharapkan pelayanan transportasi laut di Bitung dapat berjalan lebih efektif, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta kelancaran arus mudik pada periode hari raya keagamaan tahun ini.
Peliput : ical






