DetailNews.id, Jakarta – Kasus influenza subclade K atau Super Flu kini terdeteksi di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Juru Bicara Kemenkes RI, Widyawati, menyampaikan bahwa kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
“Hingga akhir Desember 2025 tercatat total 62 kasus subclade K di delapan provinsi. Kasus terbanyak terdapat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” ujar Widyawati dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Adapun rincian sebaran kasus di masing-masing provinsi sebagai berikut:
- Jawa Timur: 23 kasus
- Kalimantan Selatan: 18 kasus
- Jawa Barat: 10 kasus
- Sumatera Selatan: 5 kasus
- Sumatera Utara: 3 kasus
- Jawa Tengah: 1 kasus
- Sulawesi Utara: 1 kasus
- DI Yogyakarta: 1 kasus
Widyawati menjelaskan, temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS) pada 25 Desember 2025. Subclade K diketahui telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui 88 laporan sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang dikumpulkan dari puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), serta rumah sakit di seluruh Indonesia.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Laboratorium Biologi Kesehatan (Lab Biokes).
Berdasarkan data Kemenkes, pasien perempuan menjadi kelompok terbanyak yang terinfeksi, yakni 64,5 persen atau 40 kasus. Sementara berdasarkan kelompok usia, rinciannya adalah:
- Usia 1–10 tahun: 35,5 persen
- Usia 21–30 tahun: 21,0 persen
- Usia 11–20 tahun: 19,4 persen
- Usia di atas 60 tahun: 8,1 persen
Kemenkes menyebutkan bahwa kasus influenza di Indonesia saat ini masih didominasi oleh influenza A (H3). Meski demikian, tren kasus influenza nasional menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
“Seluruh varian influenza ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans WHO. Pemerintah terus melakukan pemantauan, pelaporan, serta menyiapkan kebijakan dan langkah antisipatif sesuai perkembangan situasi,” jelas Widyawati.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Cuci tangan secara rutin, istirahat cukup, dan konsumsi makanan bergizi. Selain itu, lakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta,” imbau Widyawati.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap di rumah saat sakit, beristirahat cukup, mengonsumsi obat sesuai anjuran, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker. Masyarakat diminta segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala berat seperti demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau kondisi memburuk lebih dari tiga hari.
Peliput : Firman







