DetailNews.id, Sulut – Penjabat Sekretaris Daerah (Sekprov) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Tahlis Gallang, resmi mengakhiri masa jabatannya hari ini setelah mencapai batas maksimal perpanjangan. Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa Gallang layak dipertahankan sebagai Pejabat (PJ) Sekprov Sulut karena telah menunjukkan kinerja stabil dan mampu menjaga kesinambungan pemerintahan selama masa transisi.
Gallang sendiri menyatakan kesiapannya melepas jabatan yang diamanatkan oleh Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Selama masa tugasnya, Gallang menjalankan tugas administratif krusial di tengah perubahan kepemimpinan Pemprov Sulut sejak pertengahan 2025.
Penugasannya diperpanjang satu kali sesuai aturan. Namun kini, Pemprov Sulut memasuki fase baru dengan penunjukan pejabat sementara, baik Plh (Pelaksana Harian) maupun Plt (Pelaksana Tugas).
“Besok dipastikan akan ditunjuk pejabat sementara baru, bisa Plh atau Plt,” ujar Gallang.
Beberapa alasan kuat mendasari wacana mempertahankan Gallang sebagai PJ Sekprov Sulut, di antaranya adalah:
- Gallang dinilai mampu menjaga ritme administrasi dan layanan publik, terutama saat Pemprov Sulut memasuki masa transisi kepemimpinan. Keberadaan sosok yang sudah memahami dinamika birokrasi dianggap penting agar program pemerintah tidak mengalami jeda.
- Selama menjabat, Gallang terbukti mampu menjalankan tugas administratif yang kompleks, termasuk memastikan koordinasi antar OPD berjalan baik. Hal ini menjadi nilai tambah karena Sekprov memiliki peran strategis dalam pengendalian tata kelola pemerintahan.
- Penunjukan pejabat sementara berpotensi menimbulkan adaptasi baru di tubuh birokrasi. Mengingat target kerja Pemprov Sulut menjelang akhir kuartal pertama 2026, keberlanjutan kepemimpinan melalui Gallang dinilai lebih efisien.
Meski wacana mempertahankan Gallang menguat, kepastian berakhirnya masa jabatannya memicu spekulasi mengenai nama-nama pengganti yang disebut memiliki peluang besar mengisi posisi strategis tersebut. Di antaranya:
- Dr. Denny Mangala, Asisten Pemerintahan dan Kesra
- Dr. Fransiscus Manumpil, Asisten Administrasi Pembangunan
- Dr. Jemmy Kumendong, Kepala Inspektorat
Denny Mangala dikenal memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan, sedangkan Fransiscus Manumpil dan Jemmy Kumendong sering disebut sebagai tulang punggung administratif dan pengawasan.
Sementara itu, sejumlah sumber juga menyebut kemungkinan penunjukan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) jika terjadi kekosongan jabatan, dan nama Dr. Noudy Tendean kembali mencuat sebagai kandidat yang berpeluang masuk ke Pemprov Sulut.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait jadwal dan siapa yang akan ditugaskan Gubernur sebagai pejabat sementara Sekprov Sulut.
Kepala BKD Sulut, Olivia Theodore, enggan memberikan komentar saat wartawan mencoba mengkonfirmasi.
Peliput : Dade Paputungan






