DetailNews.id, Bolsel – Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Deddy Abdul Hamid, menghadiri Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Sulawesi Utara.
Forum tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Sulawesi Utara melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, para bupati dan wali kota se-Sulut, Kepala BPMP Sulut, Kepala Dinas Dukcapil Sulut, Komisi Pendidikan DPRD Sulut, hingga perwakilan perguruan tinggi. Mengusung tema “Mapalus Memperkuat Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di Sulawesi Utara”, kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyamakan visi serta merumuskan langkah konkret peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan yang diwakili Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Dr. Abdul Kahar, M.Pd, menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum untuk memperluas pemerataan akses pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa program wajib belajar 13 tahun telah mendorong peningkatan partisipasi pendidikan dasar secara signifikan. Namun, tantangan selanjutnya adalah memastikan layanan pendidikan menengah dan prasekolah tersedia secara memadai dan berkualitas.
Pemerintah pusat juga menargetkan revitalisasi minimal 60 ribu sekolah pada 2026. Setiap sekolah akan menerima tambahan tiga layar Interactive Flat Panel (IFP), sehingga total menjadi empat unit per sekolah guna mendukung pembelajaran berbasis digital. Digitalisasi tersebut akan diiringi peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan sekolah terintegrasi di setiap kecamatan, mulai dari jenjang SD hingga SMA dalam satu kawasan. Program ini ditargetkan menjangkau 7.281 kecamatan di seluruh Indonesia. Pembangunan akan ditanggung pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan dan mengajukan usulan paling lambat 2 Maret 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Dr. Femmy J. Sukuh, M.Si, menyampaikan bahwa kebijakan pendidikan provinsi sejalan dengan visi dan misi gubernur dan wakil gubernur. Ia menjelaskan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini relatif sama dengan tahun sebelumnya, dengan tambahan jalur prestasi untuk SMA/SMK.
Selain itu, akan dilaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di setiap sekolah yang direncanakan mulai April mendatang. Pelaksanaannya akan disosialisasikan hingga ke tingkat kabupaten/kota. Bagi siswa yang tidak mengikuti TKA, diwajibkan melampirkan surat pernyataan dari orang tua.
Ia juga mengungkapkan adanya program gubernur terkait peningkatan layanan kesehatan melalui penerimaan 50 mahasiswa fakultas kedokteran yang akan didistribusikan ke kabupaten/kota. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bolsel dalam memajukan sektor pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan daerah dan bangsa. Di Bolsel, kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik melalui penguatan infrastruktur sekolah, peningkatan kapasitas guru, maupun perluasan akses bagi anak-anak di wilayah terpencil,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh para kepala daerah dan pemangku kepentingan sebagai bentuk keseriusan mendukung transformasi pendidikan di Sulawesi Utara.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Bolsel dan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bolsel.
Peliput : Bidjuni






