DetailNews.id, Bolmong – 23 Maret 1954, daerah ini (Bolaang Mongondow), ditetapkan sebagai kabupaten baru, setelah pengunduran diri dari Paduka Raja terakhir, Tuang Henny Yusuf Cornelis Manoppo pada tanggal 1 Juli 1950, dan dengah maklumat bergabungnya kerajaan Bolaang ke Negara Kesatuan Republik Indonesia, (NKRI), dan sebelumnya Kerajaan Bolaang adalah kerajaan yang berdaulat secara hukum, politik dan– ekonomi bahkan menjadi salah satu kerajaan yang sangat di segani di semenanjung Utara Sulawesi.
Anton Cornelis Manoppo, di tetapkan sebagai Bupati pertama Bolaang Mongondow pada tanggal 23 Maret 1954, melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 1954 dan menjabat hingga bulan Juni 1954.
Berdasarkan data, sejak dimasa Bupati Anton Cornelis Manoppo, hingga saat ini Bupati Yusra Alhabsyi, adalah Bupati ke 15 yang memimpin daerah ini, (Bolmongkab.go.id//Wikipedia//akses Senin 23 Maret 2026 ).
Usia ke 72 Tahun bagi suatu daerah adalah usia yang masih muda, berbeda dengan usia pada manusia, 72 tahun, adalah masa menuju rentah, saat seseorang tinggal memanfaatkan bonus dari Tuhan, apalagi bagi umat Islam. Bahkan usia ini sudah melebihi usia Rosullullah SAW yang wafat pada usia ke 63 tahun. Sebuah analogi usia; antara perjanjian hamba dengan Tuhan, atau mungkin– sekedar bonus untuk mendekatkan diri Kepada-NYa, sebelum berpulang.
Bagi daerah, usia 72 Tahun ibarat seorang anak yang hendak memasuki masa dewasa (baligh; arab), yang mulai menemukan eksistensi dan identitas diri. Terlebih bagi Bolaang Mongondow sebuah daerah pemekaran baru, yang memekarkan diri sejak tahun 2007 (19 tahun silam).
Ditangan Bupati Yusra Alhabsyi, M.Si, dan Wakil Bupati Dony Lumenta, arah baru Bolaang Mongondow sedang diletakan, dengan Jargon Bolmong JUARA, (Maju dan Sejahtera).
Di momentum ulang tahun ke 72 tahun ini, ibarat seorang maestro, Yusra Alhabsyi dan Dony Lumenta, telah menemukan landasan pacu yang jelas, kemana arah daerah tercinta ini akan– dibawah.
Merriam – webster, mendefinisikan “maestro” adalah seorang musisi atau seniman yang telah mendedikasikan karyanya dan di nikmati oleh para musisi dan seniman. Tapi dalam perjalannya penyebutan “maestro” bahkan merujuk ke dalam bidang politik – pemerintahan, sebagai sebuah penghormatan terhadap tokoh yang telah mendedikasikan karya dan dasar pemikirannya untuk– pembangunan suatu wilayah/daerah.
Bahkan dalam tulisan ini di HUT Bolaang Mongondow ke 72 tahun. Tulisan ini bukan sekedar lipstik politik, apalagi sekedar “puja – puji”, tapi apa yang di bangun Yusra Alhabsyi dan Dony Lumenta, selama setahun adalah sebuah “landasan pacu” untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Bolaang Mongindow sebagai sebuah daerah peradaban masa lalu, untuk melukis masa depan.
Apalagi HUT 72 tahun Bolaang Mongondow tahun 2026, Mengusung semangat akselerasi pembangunan Bolaang Mongondow Maju dan Sejahtera, ini menegaskan bagaimana pemerintahan ini sedang bekerja serius untuk pembangunan daerah.
Sebagai warga Kotamobagu yang tinggal di Bolaang Mongindow (Mopait, Kecamatan Lolayan), dan membayar pajak di tanah Bolaang Mongondow, saya tentunya mengamati langsung di HUT ke 72 tahun ini, Bolaang Mongondow terus menukir prestasi dibawa kepemimpinan Sang Maestro Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta.
KADO DARI YUSRA ALHABSYI – DONY LUMENTA DI HUT KE 72 TAHUN DAERAH.
HUT, Identik dengan hadiah, bahkan mungkin kado terindah. Begitupula apa yang telah di berikan oleh Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta untuk Bolaang Mongondow pada HUT ke 72 tahun ini.
GADASERA; sebuah perusahaan daerah yang mati suri, selama bertahun – tahun, ditangan mereka kembali di aktifkan, sebagai upaya daerah untuk mendorong sektor – sektor ekonomi dan meningkatkan pendapatan asli daerah, melalui pemanfaatan dan pemberdayaan aset aset milik daerah yang tepat dan cepat.
Irawan Paputungan, salah satu anak daerah yang dikenal sebagai akademisi, dan juga pengusaha muda, jebolan magister di salah satu Universitas di Djogjakarta ini di dapuk sebagai direktur utama, bersama Putri Damayanti Potabuga, alumni magister di Universitas Indonesia (UI Jakarta), sebagai direktur keuangan, dan Hi. Marjan Palutungan, sebagai pengusaha lokal yang berhasil dan banyak pengalaman di bidang ekonomi sebagai salah satu jajaran direktur.
Dengan waktu yang relatif singkat, GADASERA Bolaang Mongindow sudah melakukan transformasi besar, yang dimulai dengan penataan kembali Tanah milik daerah dalam bidang pertanian dan perkebunan, yang selama ini sudah di kuasai oleh oknum – oknum tertentu selama bertahun – tahun. Dibawah kepemimpinan Irawan Paputungan, sebagai direktur utama; penyerahan kembali aset (tanah daerah) ini berjalan baik dan maksimal tanpa konflik, dan akhirnya sudah memberi kontribusi kembali untuk daerah tanpa meninggalkan mereka sepenuhnya, masyarakat/petani yang telah menguasai lahan tersebut. Bahkan justru memberdayakan kembali mereka, untuk sama sama mendorong peningkatan pertanian daerah, dan berkontribusi untuk pendapatan daerah.
Tak hanya itu, GADASERA justru akan menuju pada badan usaha daerah modern dengan beberapa sektor usaha di bawah-nya yang diyakini akan memberikan pergerakan ekonomi yang massif terhadap– daerah.
Selain GADASERA, pada HUT ke 72 tahun Bolaang Mongondow, bagi anak – anak dan pelajar di Bolaang Mongondow sudah mendapat angin segar. Dalam bidang pendidikan, bantuan studi dan perlengkapan sekolah terus di suport Bupati dan Wabup, untuk bantuan seragam dan peralatan sekolah, hingga di beberapa daerah yang selama ini sulit dijangkau transfortasi Bupati Yusra Alhabsyi dan Wabup Dony Lumenta, memberikan suport melalui pelayanan Bus gratis yang siap Antar jemput siswa – siswi saat hendak kesekolah dan saat mau pulang– sekolah.
Tak hanya itu, Universitas di Bolaang Mongindow sudah dirancang, untuk mendorong Sumber daya unggul kedepan bagi anak anak daerah yang terhambat oleh akses ekonomi, jarak , maupun biaya.
Selain itu, juga sementara dibangun Universitas yang fokus pada moderasi beragama, dan laboratorium toleransi beragam di Dumoga Raya, yang mengkolaborasi antara Institute Agama Islam Negeri, IAIN Manado dan Institute Agama Kristen dengan kurikulum unggulan yang berbasis pada akar budaya serta toleransi yang kuat di Dumoga raya. Bahkan banyak pengamat yang menyampaikan kampus ini akan menjadi rule model keberagaman di Sulawesi Utara, yang menjadikan kampus sebagai laboratorium utama.
Dalam bidang ekonomi dan investasi, Yusra Alhabsyi dan Dony Lumenta mendorong sektor sektor dan bantuan UMKM bagi masyarakat miskin, yang diharapkan mampu menyentuh persoalan ekonomi dasar di desa dan kelurahan yang ada di Bolaang Mongindow. Bantuan UMKM bervariasi mulai di salurkan, hingga mendorong UMKM naik kelas, dan menghadirkan lembaga lembaga pelatihan untuk tenaga kerja mandiri, atas kerjasama pemerintah pusat dan — daerah.
Dalam bidang investasi dan– pertambangan, tak hanya menata perusahaan perusahaan besar yang ada di Bolaang Mongondow, seperti PT. JRBM, PT. BDL, PT. Cons, tapi Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta bersama pemerintah propinsi Sulut, Gubernur Sulut Mayjend TNI Purn. Yulius Selvanus Komaling, terus mendorong percepatan Wilayah pertambangan Rakyat (WPR), sehingga para penambang lokal dan masyarakat kedepan bisa mendapatkan solusi terbaik dalam ekonomi tapi tetap mendapatkan perlindungan secara hukum.
Dalam bidang kebudayaan, Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta, sementara membagun beberapa bangunan di perkantoran bupati Lolak, dengan arsitektur dasar Komalig; (Rumah adat/Raja Bolaang), yang anda bisa jumpai di kompleks jalur II Lolak. Termasuk mengakomodir karya penulis lokal BMR dalam penulisan buku sejarah – budaya.
Beberapa catatan karya yang dilakukan oleh Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta, tentunya hanyalah sebuah “prakata awal, atas dedikasi dan karya Yusradon di tahun awal, sebagai sebuah persembahan di HUT ke 72 Bolaang Mongindow, bukan menjadi “epilog’ yang memotret kesimpulan akhir dari sebuah mahakarya besar Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta, karena sambil menyeduh kopi, publik BMR raya tentunya akan menantikan ratusan episode dari karya karya besar ini.
SELAMAT ULANG TAHUN KE 72, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW. Jadilah JUARA ; Maju dan Sejahtera.
Penulis : Hamri Mokoagow, Korwil Ansor sulut wilayah BMR





