DetailNews.id, Tarakan — Upaya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman terus diperkuat di Kota Tarakan. Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan bersama Persekutuan Suku Asli Kalimantan (PUSAKA) Kalimantan Utara menggelar silaturahmi lintas etnis dan adat, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Bukit Bintang, Jl. Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, ini menjadi ruang temu tokoh masyarakat, lembaga adat, dan aparat keamanan untuk memperkuat komunikasi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Silaturahmi tersebut dihadiri Ketua KKSS Kota Tarakan Tajuddin Tuwo, Ketua DPW PUSAKA Kalimantan Utara Agus Toni, Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., Perwakilan BINDA Kaltara, serta perwakilan paguyuban dan organisasi kemasyarakatan di Tarakan.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik mengapresiasi inisiatif KKSS dan PUSAKA yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih menjelang perayaan Hari Raya Imlek dan Bulan Suci Ramadan.
“Kegiatan silaturahmi seperti ini sangat positif untuk memperkuat persatuan dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Peran tokoh masyarakat sangat penting dalam meredam potensi konflik di tengah keberagaman,” ujar Erwin.
Ia juga menekankan pentingnya keteladanan para tokoh dalam menyikapi perbedaan, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memicu gesekan sosial.
“Kebersamaan yang ditunjukkan hari ini diharapkan menjadi contoh bagi generasi muda, bahwa persatuan adalah kunci utama menjaga kedamaian,” katanya.
Sementara itu, Ketua KKSS Kota Tarakan Tajuddin Tuwo menegaskan komitmen organisasinya untuk ikut menjaga keamanan kota, khususnya dengan mengantisipasi potensi persoalan yang melibatkan generasi muda.
Ia kembali mengingatkan larangan membawa senjata tajam di tempat umum. Menurutnya, penggunaan senjata tajam hanya diperbolehkan dalam konteks budaya atau kesenian.
“Di luar kegiatan adat dan budaya, membawa senjata tajam tidak dibenarkan. Jika ada pelanggaran, kami mendukung penuh aparat kepolisian untuk menindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Tajuddin.
Melalui silaturahmi lintas etnis ini, para tokoh berharap komunikasi antar komunitas semakin solid sehingga Tarakan sebagai kota majemuk tetap terjaga kondusivitas dan kerukunannya.
Senada, Ketua DPW PUSAKA Kalimantan Utara Agus Toni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi aturan hukum dan imbauan aparat keamanan demi terciptanya rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
“Dengan saling menghormati dan menaati aturan, kita bisa menjaga Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, tetap aman, damai, dan harmonis,” tegasnya. (*)
Peliput: Raden





