DetailNews.id – Butiran emas kini hanya tersimpan di kantong-kantong kecil para penambang tradisional di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Di tengah keringat dan kerja keras yang masih menghasilkan, mereka justru tak bisa menjualnya karena tak ada pembeli yang berani datang.
Mandeknya transaksi dipicu beredarnya kabar mengenai rencana tindakan tegas Aparat Penegak Hukum (APH) terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam jual beli emas yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal. Kondisi ini membuat para pengepul di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) memilih menghentikan sementara aktivitas pembelian.
Akibatnya, roda ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tambang rakyat tersendat. Emas yang seharusnya menjadi sumber penghasilan kini tak bisa diuangkan.
Tokoh pemuda Boltim, Azkabul Agow, SE, yang juga Kader Partai Kebangkitan Bangsa Bolaang Mongondow Timur, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
“Warga kita adalah penambang tradisional yang bekerja manual. Mereka punya hasil, tapi tidak ada yang berani membeli. Akibatnya, emas itu tidak bisa jadi beras,” ujarnya.
Menurut Azkabul, persoalan ini harus dilihat secara proporsional. Ia menilai perlu ada pembedaan antara pertambangan skala besar dan pertambangan rakyat yang bersifat subsisten.
“Penghasilan dari emas itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sekolah anak, dan kebutuhan keluarga. Mereka bukan pengusaha besar, melainkan rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari hasil kerja manual,” tegasnya.
Ia mendesak pemerintah daerah segera membuka ruang dialog antara pemerintah, aparat penegak hukum, pengepul, dan perwakilan penambang guna mencari solusi yang adil. Ia juga mendorong adanya langkah konkret seperti legalisasi wilayah pertambangan rakyat, pembinaan, serta pengawasan yang tetap berada dalam koridor hukum tanpa mematikan mata pencaharian masyarakat.
Situasi ini semakin terasa berat karena terjadi di bulan suci Ramadan, saat kebutuhan rumah tangga meningkat dan masyarakat mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri. Banyak keluarga penambang kini diliputi kecemasan karena tidak memiliki pemasukan tetap.
“Jangan sampai rakyat kecil menjadi korban ketidakjelasan kebijakan. Pemerintah harus hadir memberi kepastian,” pungkasnya.
Peliput : Dayat
Caption foto:
Azkabul Agow, SE, menyuarakan aspirasi dan keprihatinan terhadap kondisi ribuan penambang emas tradisional di Boltim yang kesulitan menjual hasil tambang.






