Minggu, Maret 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraBI Gelar Road to Kashafa 2026 di Tarakan, Target Transaksi UMKM Tembus...

BI Gelar Road to Kashafa 2026 di Tarakan, Target Transaksi UMKM Tembus Rp 3 Miliar

DetailNews.id, Tarakan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara kembali menggelar Kaltara Sharia Festival (Kashafa) 2026 yang dipusatkan di Gita Jalatama Foodcourt. Bazar UMKM berlangsung mulai 1–15 Maret 2026, sementara puncak acara dijadwalkan pada pekan keempat April 2026.

Kepala KPwBI Kalimantan Utara, Hasiando Ginsar Manik, mengatakan kegiatan yang digelar saat ini merupakan rangkaian road to Kashafa 2026 guna mendorong penguatan ekonomi syariah di daerah.

“Yang kita laksanakan sekarang ini adalah rangkaian road to Kashafa 2026, termasuk bazar UMKM dan berbagai kegiatan literasi ekonomi syariah,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Selain bazar UMKM, Bank Indonesia juga menggelar pelatihan sertifikasi halal, penguatan literasi keuangan syariah, serta kajian keagamaan yang menghadirkan pendakwah nasional Hanan Attaki.

BI menargetkan total transaksi UMKM pada puncak Kashafa 2026 mencapai Rp 3 miliar. Target tersebut meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,6 miliar.

“Target transaksi UMKM pada puncak Kashafa tahun ini sekitar Rp 3 miliar, naik dari tahun lalu sebesar Rp 2,6 miliar,” kata Hasiando.

Ia menjelaskan, potensi pengembangan ekonomi syariah di Kalimantan Utara cukup besar. Nilai ekonomi syariah daerah ini tercatat Rp 2,43 triliun pada 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 3,36 triliun pada 2028.

Secara nasional, ekonomi syariah Indonesia juga terus tumbuh dengan capaian 6,21 persen secara tahunan dan menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam potensi ekonomi syariah global.

Wali Kota Tarakan Khairul mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi syariah di daerah, khususnya melalui momentum Ramadan yang dinilai strategis untuk menggerakkan sektor UMKM dan industri halal.

“Momentum Ramadan sangat tepat untuk menggerakkan UMKM sekaligus memperkuat industri halal di daerah,” ujarnya.

Khairul mengakui potensi industri halal di Indonesia sangat besar karena mayoritas penduduk beragama Islam. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, terutama dalam proses sertifikasi halal yang kerap terkendala pembiayaan.

“Karena itu diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat sertifikasi halal sekaligus meningkatkan literasi digital pelaku UMKM,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kashafa 2026, Syamsi Sarman, menyebutkan sebanyak 36 pelaku UMKM telah berjualan di 25 tenda yang disiapkan panitia. Puluhan UMKM lainnya masih masuk daftar tunggu akibat keterbatasan tempat.

Menurutnya, pembatasan jumlah tenant dilakukan agar area bazar tetap nyaman dengan akses jalan yang memadai bagi pengunjung. Selain itu, setiap tenda diisi jenis usaha berbeda untuk menghindari persaingan produk serupa.

Panitia juga menggratiskan biaya sewa area bagi pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal. Untuk menarik minat pengunjung, turut digelar berbagai lomba seperti pildacil, adzan, festival bedug, serta pembagian takjil selama kegiatan berlangsung.

Kashafa 2026 diharapkan menjadi momentum Ramadan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Utara.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments