DetailNews.id, Tarakan – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto, mengajak warga Lumajang yang bermukim di Kota Tarakan untuk terus menjaga kekompakan dan mempererat persaudaraan di tanah rantau dan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pesan itu disampaikan Supa’ad saat menghadiri silaturahmi Paguyuban Lumajang di Gang Jati RT 27, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (31/5/2026).
Ketua DPW NasDem Kaltara itu mengapresiasi pengurus dan anggota paguyuban yang selama ini menjaga hubungan kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota paguyuban serta tuan rumah yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk hadir dan bersilaturahmi bersama bapak dan ibu sekalian,” ujar Supa’ad.
Ia menilai kekompakan warga perantauan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis.
Menurutnya, warga dari berbagai daerah di Pulau Jawa yang datang ke Tarakan memiliki tujuan yang sama, yakni mencari kehidupan yang lebih baik.
“Kita datang ke Tarakan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Karena itu mari bersama-sama menjaga nama baik, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Supa’ad juga memperkenalkan kanal media sosial pribadinya sebagai sarana menjaring aspirasi masyarakat.
Ia mempersilakan warga menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan agar komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin terbuka.
“Silakan menyampaikan kritik, masukan, maupun aspirasi melalui media sosial. Dengan begitu komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat bisa lebih dekat dan terbuka,” ujarnya.
Tak hanya itu, Supa’ad mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi isu atau informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan persoalan sosial di masyarakat.
“Jangan sampai kita terprovokasi. Lihat dulu konteksnya, cari informasi yang benar dan tunggu klarifikasi yang jelas sebelum mengambil sikap,” tegasnya.
Menurut dia, seluruh warga perantauan harus menjaga nilai budaya, adab, serta menghormati daerah tempat tinggal. Meski berasal dari daerah berbeda, kata dia, semua tetap bagian dari keluarga besar yang harus saling mendukung.
“Kalau sudah berada di perantauan seperti ini, semua adalah saudara. Jangan sampai kita terkotak-kotak karena perbedaan daerah asal,” katanya.
Selain menyampaikan pesan persatuan, Supa’ad turut menanggapi aspirasi pembangunan yang disampaikan warga RT 27 Karang Anyar. Ia menjelaskan, pada 2026 terdapat penyesuaian mekanisme penganggaran sehingga sejumlah usulan masyarakat harus diproses melalui perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara.
Meski demikian, ia memastikan aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian dan akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Memang ada penyesuaian karena kondisi anggaran. Namun aspirasi masyarakat tetap akan kami kawal agar dapat direalisasikan secara bertahap,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 27 Karang Anyar, Wiyono, mengapresiasi kehadiran Supa’ad yang dinilai tetap menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat.
Ia juga mengajak warga Lumajang di Tarakan terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong demi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.
Peliput: Raden






