DetailNews.id, Tolitoli – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli bergerak cepat merespons rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (28/2/2026). Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan ke titik episenter di Kecamatan Dakopamean guna menyisir potensi kerusakan akibat getaran yang terjadi secara beruntun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tolitoli, Abdullah Haruna, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan pemantauan intensif di lapangan. Langkah tersebut diambil setelah tercatat sembilan kali guncangan dalam kurun waktu kurang dari empat jam yang memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tolitoli, getaran gempa terasa cukup kuat di permukaan tanah karena pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman dangkal. Situasi tersebut diperparah dengan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Tolitoli saat gempa terjadi.
Hingga laporan ini diturunkan, BPBD belum menerima laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan. Namun, proses pendataan di sejumlah titik terdampak masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun tetap waspada. Jangan mudah terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Pastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi BPBD dan data teknis BMKG,” ujar Abdullah Haruna.
Sementara itu, hasil koordinasi BPBD dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan gempa utama bermagnitudo 5,6. Meski getarannya terasa hingga ke wilayah Galang, Baolan, bahkan perbatasan Kabupaten Buol, berdasarkan parameter yang ada rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga Sabtu malam, BPBD Tolitoli terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk memantau perkembangan gempa susulan yang masih terekam dalam sistem pemantauan.
Peliput : Arya






