DetailNews.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026).
Acara tersebut turut dihadiri tokoh agama nasional KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) yang memberikan tausiyah kebangsaan, menekankan pentingnya persatuan, keadilan sosial, serta dialog sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri atas dukungan terhadap terselenggaranya acara santunan anak yatim dan buka puasa bersama tersebut.
“Ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi tonggak baru dalam membangun hubungan yang lebih konstruktif antara gerakan buruh dan institusi kepolisian dalam menjaga stabilitas nasional yang berkeadilan,” kata Elly dalam sambutannya dilansir dari ksbsi.org
Elly juga menilai kepedulian sosial melalui santunan anak yatim mencerminkan kehadiran negara tidak hanya dalam fungsi keamanan, tetapi juga melalui empati dan keberpihakan sosial.
Ia turut mengapresiasi komitmen Polri yang presisi, profesional, responsif, dan berkeadilan dalam menjaga stabilitas nasional, termasuk dalam mengawal dinamika hubungan industrial. Menurutnya, keamanan dan kebebasan berserikat harus berjalan beriringan dalam koridor konstitusi.
Elly mencatat langkah konkret Kapolri dalam membantu proses pemulihan ribuan buruh terdampak PHK agar memperoleh kesempatan bekerja kembali di tempat baru. Ia menyebut upaya tersebut bukan sekadar fasilitasi administratif, melainkan bagian dari menjaga stabilitas sosial.
“Karena satu buruh yang kembali bekerja berarti satu keluarga kembali memiliki harapan dan kepastian hidup,” ujarnya.
Selain itu, Elly juga mengapresiasi pembentukan Desk Ketenagakerjaan di lingkungan Polri yang dinilai sebagai langkah progresif dan strategis. Ia berharap desk tersebut menjadi ruang penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang mengedepankan dialog, mediasi, serta perlindungan hak pekerja secara adil dan bermartabat.
Sebagai organisasi buruh, KSBSI menilai stabilitas dan keadilan merupakan dua pilar yang tidak dapat dipisahkan. Buruh membutuhkan kepastian hukum, dunia usaha membutuhkan kepastian usaha, dan negara membutuhkan keamanan sipil yang terjaga.

Elly menegaskan dukungan agar Polri tetap kuat, profesional, dan independen dalam menjalankan tugas konstitusionalnya, serta terus membuka ruang dialog dengan kalangan buruh.
Ia berharap kegiatan buka puasa bersama ini menjadi awal sinergi yang lebih kuat dan berkelanjutan antara KSBSI dan Polri dalam menjaga kondusivitas nasional, memperkuat dialog sosial, serta memperjuangkan keadilan dalam hubungan industrial.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan serikat buruh, khususnya melalui Desk Ketenagakerjaan.
Sigit menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen buruh, termasuk KSBSI, dalam menjaga persatuan, kesatuan, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Stabilitas kamtibmas harus terjaga. Kita bisa membangun dan mendorong pertumbuhan jika situasi keamanan stabil, karena itu menjadi modal utama,” kata Sigit.
Ia juga menyinggung dinamika global yang dinilai semakin tidak kondusif dan berpotensi berdampak terhadap kondisi dalam negeri, sehingga diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong iklim investasi yang kondusif, baik bagi investor asing maupun dalam negeri, guna menjaga pertumbuhan ekonomi dan mendukung program pembangunan nasional.
Sigit memastikan komitmen Polri untuk terus mendukung dan mengawal perjuangan hak-hak buruh, dengan tetap berada dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Kita harapkan semua berjalan konstruktif sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga di tengah situasi global,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polri, jajaran Desk Ketenagakerjaan Polri, perwakilan ILO Indonesia dan Timor Leste, Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, pimpinan serikat buruh nasional, serta jajaran dan federasi afiliasi KSBSI beserta anggota.
Peliput: Amin






