DetailNews.id, Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban meminta Presiden Prabowo Subianto meratifikasi dua konvensi International Labour Organization (ILO) dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Dalam orasinya, Elly mendesak pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang perlindungan awak kapal perikanan, serta Konvensi ILO Nomor 190 mengenai penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.
Ia menyebut hingga kini puluhan negara telah meratifikasi Konvensi 190 sejak diadopsi pada 2019, dan berharap Indonesia dapat segera menyusul.
Selain itu, KSBSI juga mendorong pemerintah untuk segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru. Regulasi tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai persoalan mendasar seperti sistem kontrak kerja, pengupahan, hingga praktik outsourcing.
“Kami percaya bahwa Bapak akan melihat kami sebagai kaum yang sangat membutuhkan peraturan,” ujar Elly di hadapan Presiden.
Elly turut menyoroti sejumlah isu krusial yang masih dihadapi pekerja, di antaranya perlindungan tenaga outsourcing, perlindungan pekerja perempuan dari kekerasan di tempat kerja, serta perlunya keberpihakan nyata pemerintah dalam setiap kebijakan ketenagakerjaan.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung nasib pengemudi ojek online (ojol) yang dinilai membutuhkan payung hukum yang lebih kuat, serta pentingnya peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh sektor industri.
Menutup orasinya, Elly mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo yang kembali hadir bersama buruh dalam perayaan May Day untuk kedua kalinya.
Ia bahkan menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang presidennya turun langsung merayakan Hari Buruh bersama pekerja.
Peliput: Raden



