DetailNews.id, Tarakan – Kekhawatiran warga terhadap potensi bahaya pohon tumbang di kawasan Jalan Gunung Selatan, Kota Tarakan, hingga kini belum mendapat respons nyata dari pihak berwenang.
Sebuah video amatir yang direkam warga memperlihatkan kondisi pohon jabuk yang condong ke arah badan jalan. Dalam rekaman tersebut, pohon tampak miring dan berpotensi tumbang sewaktu-waktu, sehingga dinilai membahayakan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas.
Seorang pemerhati lingkungan dan keselamatan, Merang, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah dilaporkan sejak Maret 2026 kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan. Namun hingga Sabtu (2/5/2026), belum ada tindak lanjut di lapangan.
“Posisinya sudah mengarah ke badan jalan. Kalau tiba-tiba tumbang, sangat berbahaya bagi pengendara maupun warga sekitar,” ujar Merang.
Menurutnya, potensi bahaya ini tidak bisa dianggap sepele, terlebih dengan kondisi cuaca yang tidak menentu yang dapat meningkatkan risiko pohon roboh.
Ia berharap adanya koordinasi cepat antarinstansi untuk segera melakukan penanganan, baik melalui pemangkasan maupun penebangan, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Merang juga mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral setelah menyampaikan laporan tersebut. Ia khawatir jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berujung pada musibah.
“Saya sudah sampaikan sejak lama. Jangan sampai menunggu korban baru ada tindakan,” tegasnya.
Warga sekitar pun berharap pemerintah kota segera turun tangan demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya respons cepat terhadap laporan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan potensi bahaya di ruang publik.
Peliput: Raden



