Jumat, Juni 12, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBitungNurul Azhar: Ruang Kerja Aman Jadi Fondasi PELNI Tingkatkan Pelayanan Publik

Nurul Azhar: Ruang Kerja Aman Jadi Fondasi PELNI Tingkatkan Pelayanan Publik

DetailNews.id, Bitung — Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, menegaskan bahwa penerapan budaya kerja yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan perusahaan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan pelaksanaan Talkshow Respectful Workplace Policy (RWP) 2026 bertema “Ruang Aman, Kerja Nyaman” yang mengangkat topik “Speak Without Fear”. Kegiatan yang digelar secara hybrid itu diikuti jajaran direksi, anak perusahaan, serta seluruh pegawai PELNI di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Nurul Azhar, keberhasilan perusahaan pelayaran nasional tidak hanya diukur dari aspek operasional dan pelayanan transportasi laut, tetapi juga dari kemampuannya membangun lingkungan kerja yang sehat, aman, dan saling menghormati.

“Sebagai perusahaan yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, PELNI membutuhkan sumber daya manusia yang bekerja dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Karena itu, nilai-nilai Respectful Workplace Policy harus menjadi budaya kerja yang hidup dalam keseharian setiap insan PELNI,” ujar Nurul Azhar.

Ia menegaskan, implementasi Respectful Workplace Policy tidak boleh berhenti pada kebijakan di tingkat pusat, melainkan harus diterapkan secara konsisten hingga ke seluruh cabang perusahaan.

Menurutnya, lingkungan kerja yang positif memiliki dampak langsung terhadap kualitas pelayanan yang diterima pelanggan.

“Pelayanan prima kepada pelanggan hanya dapat diwujudkan apabila pegawai bekerja dalam lingkungan yang positif dan terbebas dari tekanan, intimidasi maupun diskriminasi. Kami di Cabang Bitung mendukung penuh upaya perusahaan dalam memperkuat budaya kerja yang inklusif dan berintegritas,” katanya.

Nurul juga mengajak seluruh pegawai untuk berani menyampaikan aspirasi, masukan, maupun laporan terhadap berbagai tindakan yang bertentangan dengan nilai perusahaan dan aturan yang berlaku.

“Setiap pegawai memiliki hak untuk didengar dan mendapatkan perlindungan. Keberanian untuk berbicara adalah bagian penting dari upaya bersama menjaga integritas dan profesionalisme perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menegaskan perusahaan tidak memberikan ruang bagi segala bentuk pelecehan, intimidasi, diskriminasi, maupun kekerasan di lingkungan kerja.

“PELNI berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, inklusif, dan saling menghormati. Setiap insan perusahaan berhak mendapatkan perlakuan yang setara tanpa memandang jabatan, gender maupun latar belakang,” ujar Ditto.

Ia menambahkan bahwa budaya kerja yang sehat lahir dari keberanian pegawai untuk berbicara dan kesediaan organisasi untuk mendengarkan serta menindaklanjuti setiap laporan secara profesional.

Dalam talkshow tersebut, akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dr. Fitriana, S.H., M.H., menekankan bahwa lingkungan kerja yang aman merupakan bagian dari hak dasar pekerja yang dijamin konstitusi.

Sementara itu, aktris sekaligus aktivis anti-kekerasan terhadap perempuan Hannah Al Rashid mengajak seluruh pekerja untuk membangun budaya saling peduli dan berani memberikan dukungan kepada korban kekerasan maupun pelecehan di lingkungan kerja.

Melalui kegiatan Respectful Workplace Policy 2026, PELNI berharap seluruh insan perusahaan dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai AKHLAK, khususnya Amanah, Harmonis, dan Kolaboratif.

Sebagai BUMN pelayaran nasional, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dan menyinggahi 75 pelabuhan di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, serta layanan logistik melalui delapan trayek tol laut dan satu trayek kapal ternak guna mendukung konektivitas nasional hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3TP).

 

Peliput : ical

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments