DetailNews.id, Yogyakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi tuan rumah pertemuan kerja sama penerbangan regional antara negara-negara ASEAN dan China. Forum ini membahas penguatan konektivitas udara, pembukaan rute baru, hingga peluang peningkatan layanan angkutan kargo.
Pertemuan bertajuk 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) digelar pada 7–9 Juli 2026 di Grand Hotel De Djokja Malioboro, Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub melalui Direktorat Angkutan Udara membuka rangkaian kegiatan dengan agenda ASEAN Caucus dan ASEAN-China Airlines Forum pada Selasa (7/7). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 127 peserta dari 48 instansi.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai sektor penerbangan, mulai dari perwakilan maskapai, pengelola bandar udara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO), hingga asosiasi penerbangan dari ASEAN dan China.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan kerja sama penerbangan ASEAN-China memiliki posisi strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan.
Menurutnya, kolaborasi antarnegara tidak hanya berdampak pada sektor transportasi udara, tetapi juga mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi, pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat.
“Kemitraan yang kuat di sektor penerbangan akan membuka lebih banyak peluang bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan bersama-sama fly higher, connect deeper, and build a vibrant aviation landscape,” ujar Lukman.
Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan utama. Di antaranya perkembangan ratifikasi Protocol 3 ASEAN-China Air Transport Agreement (P3 AC-ATA), usulan liberalisasi hak angkut kelima (5th Freedom) untuk layanan kargo ASEAN-China, serta kesiapan operasional penerbangan.
Selain itu, delegasi juga membahas pengaturan slot penerbangan, peluang pembukaan rute baru, penambahan frekuensi penerbangan, hingga kerja sama teknis terkait Unmanned Aircraft Systems (UAS) atau sistem pesawat tanpa awak.
Forum ASEAN-China Airlines Forum dipimpin oleh Chair Mr. Neil Raymond Mills, Direktur Transformasi PT Garuda Indonesia, bersama Co-Chair Mr. M. Ridwad dari My Indo Airlines.
Sementara itu, Direktur Angkutan Udara Kemenhub memimpin agenda ASEAN Caucus yang menjadi wadah koordinasi delegasi negara-negara ASEAN dan Sekretariat ASEAN dalam mempersiapkan agenda utama pertemuan ACWG-RASA.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan teknis ke Bandar Udara Internasional Yogyakarta pada Rabu (8/7), sebelum memasuki pertemuan pleno 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements yang melibatkan seluruh delegasi ASEAN dan China.
Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama penerbangan sipil regional untuk menciptakan konektivitas udara yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Peliput: Raden






