Senin, Juli 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaKaltaraSatu Tahun Pagar Rotan, Suhadi Ajak Warga Ronggolowe Tuban-Tarakan Tetap Guyub dan...

Satu Tahun Pagar Rotan, Suhadi Ajak Warga Ronggolowe Tuban-Tarakan Tetap Guyub dan Kompak

DetailNews.id, Tarakan – Ketua Paguyuban Warga Ronggolowe Tuban-Tarakan (Pagar Rotan), Suhadi, mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat silaturahmi, dan mempertahankan semangat guyub rukun.

Pesan tersebut disampaikan Suhadi saat tasyakuran hari lahir (harlah) ke-1 Pagar Rotan yang digelar di Gang Belibis, RT 15 Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga Ronggolowe Tuban di Kota Tarakan untuk berkumpul, mempererat persaudaraan, serta memperkuat rasa kekeluargaan di tanah perantauan.

Acara itu dihadiri anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Supa’ad Hadianto, warga Tuban, para sesepuh, serta Ketua RT 15 Kelurahan Karang Harapan, Samsudin. Suasana kegiatan berlangsung hangat dengan nuansa kebersamaan dan gotong royong.

Meski baru berusia satu tahun, Pagar Rotan telah menjadi wadah bagi warga Ronggolowe Tuban untuk saling mengenal, berbagi, dan menjaga hubungan kekeluargaan.

Suhadi mengatakan, perjalanan satu tahun Pagar Rotan menjadi langkah awal bagi paguyuban untuk terus berkembang dan memperkuat hubungan antaranggota.

“Tujuan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi yang sudah terjalin selama satu tahun ini. Memang usia paguyuban masih relatif muda, tetapi harapan kami ke depan Pagar Rotan semakin banyak, semakin solid, semakin guyub rukun, dan silaturahmi selalu terjaga,” ujar Suhadi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan, mulai dari anggota yang bergotong royong, ibu-ibu yang membantu persiapan acara, para sesepuh, hingga warga sekitar.

Menurut Suhadi, kekuatan sebuah paguyuban bukan hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada eratnya hubungan persaudaraan dan kepedulian antarwarga.

Mengusung tema “Menguatkan Silaturahmi, Menumbuhkan Sinergi, Mewujudkan Paguyuban yang Harmonis dan Guyub”, Suhadi menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan kebersamaan.

“Silaturahmi membuat kita semakin dekat, saling mengenal, saling memahami, saling peduli, dan tetap guyub rukun. Dari silaturahmi inilah lahir sinergi untuk menyatukan pikiran, tenaga, dan niat baik,” katanya.

Ia mengajak seluruh anggota Pagar Rotan untuk terus menjaga semangat kerukunan, gotong royong, serta saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

“Setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda. Namun jangan sampai perbedaan menjadi penghalang, justru harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tuturnya.

Suhadi berharap bertambahnya usia Pagar Rotan menjadi momentum untuk semakin dewasa dalam mengambil keputusan, semakin kompak membangun kebersamaan, serta menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.

“Marilah kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat sinergi, dan bersama-sama membangun Pagar Rotan menjadi wadah yang membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Suhadi mengajak seluruh anggota menguatkan semangat kebersamaan melalui yel-yel paguyuban.

“Pagar Rotan Guyubku, Pagar Rotan Saudaraku, Pagar Rotan Hatiku,” serunya yang kemudian diikuti seluruh anggota yang hadir.

Sementara itu, Ketua RT 15 Kelurahan Karang Harapan, Samsudin, mengapresiasi keberadaan Pagar Rotan yang dinilai turut memperkuat keberagaman budaya dan kebersamaan masyarakat di Kota Tarakan.

Ia menegaskan, keberadaan paguyuban bukan untuk memisahkan masyarakat berdasarkan asal daerah, melainkan menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkaya keberagaman budaya.

“Adanya paguyuban bukan berarti memisahkan antar keluarga besar di daerah ini maupun daerah lain. Justru ini menjadi khazanah budaya, kekayaan budaya Indonesia yang bisa mewarnai pembangunan di wilayah kita, khususnya Kota Tarakan,” kata Samsudin.

Menurutnya, keberadaan berbagai paguyuban di Kota Tarakan harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan ikut berkontribusi membangun daerah.

“Jangan sampai paguyuban menjadi pemisah, tetapi harus menjadi kekuatan dan ikut membangun Kota Tarakan,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan Ustaz Amin, S.Pd. Dalam tausiah tersebut, jamaah diajak untuk terus memperkuat nilai-nilai persaudaraan, menjaga silaturahmi, serta menjadikan kebersamaan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Peliput: Raden

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments