DetailNews.id, Yogyakarta – Bukan sekadar membangun laboratorium teknologi, UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) langsung menyiapkan sejumlah riset AI yang menyasar persoalan nyata di Indonesia.
Pusat riset yang diluncurkan Kemkomdigi, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (13/8/2026) itu akan memfokuskan tahap awal penelitian pada kesehatan, pertanian dan kebencanaan.
Salah satu proyek yang dikembangkan adalah eNose-TB, teknologi screening berbasis AI untuk membantu penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Penelitian tersebut digarap tim dari UGM dengan memanfaatkan dukungan infrastruktur AI dan keahlian teknologi yang tersedia melalui NVAITC.
Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, mengatakan akses terhadap infrastruktur AI berstandar dunia dapat mempercepat pengembangan teknologi kesehatan.
“Sebagai peneliti, kami percaya bahwa teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri,” kata Dian.
Selain kesehatan, NVAITC juga menyiapkan SmartAgri yang menggabungkan multimodal AI, edge computing dan teknologi pertanian presisi.
Teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan sektor pertanian, khususnya menghadapi tantangan iklim tropis.
Proyek lainnya adalah Tech4Disaster, platform AI geospasial yang dirancang untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi dan penanganan bencana.
Ketiga proyek tersebut menjadi gambaran awal bagaimana pusat teknologi ini akan mengarahkan AI untuk kebutuhan nasional, bukan hanya pengembangan teknologi secara teoritis.
UGM memiliki modal berupa kemampuan riset multidisiplin, himpunan data lokal serta sumber daya mahasiswa dan peneliti yang akan mendukung pengembangan berbagai solusi tersebut.
Di sisi teknologi, NVAITC mendapat dukungan platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka dari Indosat. Infrastruktur tersebut mencakup accelerated computing kelas enterprise, software AI, pretrained models dan development frameworks.
Indosat juga membuka peluang agar ekosistem yang terbentuk tidak berhenti di lingkungan kampus. Akses terhadap teknologi dan keahlian AI diharapkan dapat diperluas kepada peneliti, mahasiswa, startup dan inovator di berbagai daerah.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan penguatan talenta lokal menjadi bagian penting dalam menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak hanya menggunakan AI.
“Kami berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah di bidang AI, serta membantu menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi AI, melainkan sebagai bangsa yang menciptakan dan menyumbangkan inovasi AI bagi dunia,” ujar Vikram Sinha.
Kehadiran NVAITC sekaligus menjadi bagian dari agenda Indonesia AI Center of Excellence untuk memperkuat riset, pendidikan dan pengembangan talenta AI nasional.
Dengan dukungan pemerintah, industri teknologi global dan perguruan tinggi, pusat ini diharapkan mampu melahirkan solusi AI yang dapat diterapkan langsung untuk menjawab persoalan masyarakat Indonesia.
Peliput: Raden




