DetailNews.id, Kotamobagu – Suasana duka pascamusibah yang terjadi di Kelurahan Upai turut memengaruhi rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kotamobagu. Pemerintah kota memilih mengurangi kegiatan hiburan dan keramaian sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan keluarga yang sedang berduka.
Keputusan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang dipimpin Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan perangkat daerah.
Rapat tersebut membahas kesiapan pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekaligus memastikan seluruh agenda dapat berlangsung tertib, aman, dan tetap mengedepankan suasana khidmat.
“Rapat koordinasi bersama Forkopimda ini sangat penting untuk menyatukan persepsi dan mengukur kesiapan masing-masing instansi,” ujar Weny Gaib.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar pelaksanaan agenda kemerdekaan dapat berjalan sesuai rencana, namun tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat Kotamobagu yang tengah berduka.
Musibah yang terjadi di Kelurahan Upai mengakibatkan sejumlah warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Sebagian korban yang mengalami luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Atas kejadian tersebut, Weny menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pemerintah Kota Kotamobagu, kata dia, akan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan medis serta memastikan bantuan bagi keluarga korban dapat tersalurkan dengan baik.
“Fokus pemerintah daerah adalah memastikan bantuan bagi keluarga korban terdistribusi dengan baik,” tegasnya.
Weny menegaskan, peringatan HUT Kemerdekaan RI tetap menjadi agenda penting yang harus dilaksanakan. Namun, bentuk perayaannya perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang sedang berduka.
Karena itu, agenda pokok peringatan kemerdekaan tetap dilaksanakan, sementara kegiatan yang bersifat hiburan dan mengundang keramaian akan dikurangi.
“Kegiatan hiburan keramaian kita kurangi agar kita semua bisa tetap menjaga tenggang rasa dan rasa empati,” pungkas Weny.
Kebijakan tersebut diharapkan menjadi bentuk solidaritas masyarakat Kotamobagu terhadap keluarga korban sekaligus menjaga makna peringatan kemerdekaan sebagai momentum persatuan, kepedulian, dan kebersamaan.
Peliput : Owen




