DetailNews.id, Kotamobagu – Semangat kemerdekaan di Kota Kotamobagu diwujudkan melalui inovasi di sektor pertanian. Komunitas Millenial Farm bersama siswa SMK Negeri 1 Kotamobagu dan SMK Negeri 1 Lolayan mengolah limbah kulit kakao menjadi pupuk organik yang bernilai guna.
Inovasi tersebut dikembangkan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kulit kakao yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah dimanfaatkan menjadi produk yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi petani.
Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur hara yang dibutuhkan berbagai jenis tanaman. Selain untuk pertanian, produk tersebut juga disebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan bagi ikan dan hewan ternak.
Praktisi pertanian, Akbar Damopolii, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya melahirkan terobosan baru sekaligus mendorong generasi muda agar semakin aktif mengembangkan sektor pertanian.
Menurutnya, tanaman kakao tidak hanya menghasilkan biji sebagai komoditas utama. Bagian lain, termasuk kulit buah, juga dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat tambahan bagi petani.
“Limbah kulit kakao bisa dijadikan nilai tambah bagi para petani,” ujar Akbar.
Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap uji coba, tetapi dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.
Menurut Akbar, momentum kemerdekaan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kontribusi melalui karya dan inovasi. Pemanfaatan limbah kakao menjadi pupuk organik menjadi salah satu contoh bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan produktif di sektor pertanian.
Ia berharap inovasi serupa terus bermunculan sehingga pertanian di Kotamobagu semakin mandiri, produktif, dan memiliki nilai tambah.
“Jayalah negeriku, maju daerahku,” tutup Akbar.
Peliput : Owen




