DetailNews.id, Tarakan – Aliansi Masyarakat Tarakan Cinta Damai kembali mendatangi Mapolres Tarakan untuk mempertanyakan perkembangan laporan dugaan pelecehan terhadap Pancasila, Selasa (8/9/2026).
Aliansi menegaskan tidak ingin laporan tersebut berhenti tanpa kejelasan. Koordinator Aliansi Masyarakat Tarakan Cinta Damai, Sugiharto, menyebut kedatangannya kali ini untuk memastikan sejauh mana proses penanganan laporan yang sebelumnya telah disampaikan kepada kepolisian.
Kepada DetailNews.id, Sugiharto mengatakan keinginannya bertemu langsung dengan penyidik yang menangani perkara tersebut. Namun, saat tiba di Mapolres Tarakan, penyidik sedang tidak berada di tempat.
Ia kemudian memilih berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan penyidik untuk menanyakan perkembangan laporan.
“Saya sampaikan, saya ingin menanyakan laporan pelecehan Pancasila yang kemarin,” kata Sugiharto, Rabu (9/9/2026).
Dari komunikasi tersebut, Ia mendapat informasi bahwa proses penanganan laporan masih berjalan. Penyidik juga menyampaikan bahwa surat pemanggilan kedua terhadap pihak terkait telah dikirim.
“Informasi dari penyidik surat pemanggilan yang kedua sudah dikirim. Mungkin dalam minggu ini akan dipanggil untuk pemanggilan yang kedua,” tuturnya.
Menurutnya, informasi tersebut menjadi salah satu perkembangan yang akan terus dipantau oleh Aliansi. Ia menegaskan pihaknya tidak bermaksud mencampuri proses penyelidikan, tetapi ingin memastikan laporan yang telah dibuat diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kita akan terus mengawal laporan ini. Yang kita minta adalah kejelasan dan proses hukum yang berjalan sesuai aturan,” tegas Sugiharto.
Dia menyatakan langkah Aliansi mendatangi Polres Tarakan merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Terlebih, laporan yang dikawal tersebut berkaitan dengan dugaan pelecehan terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
Aliansi tetap menghormati kewenangan kepolisian dalam melakukan penyelidikan. Namun, penghormatan terhadap proses hukum tersebut tidak berarti pihaknya akan berhenti melakukan pemantauan.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Tapi kami juga tidak akan diam dan akan terus memantau sampai ada kejelasan,” pungkasnya.
Peliput: Raden




