Pihak yayasan membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami kedua siswa berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
Perwakilan Yayasan MI Al Huda, Hera, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“Iya benar. Sampai saat ini kami masih menunggu hasil dari laboratorium,” ujar Hera saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, Senin (14/9/2026).
Menurut Hera, informasi lebih rinci mengenai pengelolaan dan penyediaan menu MBG sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pihak SPPG Randudongkal 4 maupun mitra yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa, sekaligus menjadi dasar bagi pihak terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan program MBG yang menyasar peserta didik. Aspek keamanan pangan menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam setiap tahapan penyediaan hingga makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta keterangan dari Kepala SPPG Randudongkal 4 serta pihak terkait lainnya mengenai kejadian tersebut, termasuk proses penyediaan makanan dan pemeriksaan terhadap menu yang dikonsumsi para siswa.
Untuk sementara, belum ada kesimpulan bahwa menu MBG menjadi penyebab gangguan kesehatan tersebut. Kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Peliput : Alwi




