DetailNews.id, Jepara – Sebanyak 184 BUMDesa dan 9 BUMDesa Bersama (BUMDesma) turut ambil bagian dalam Gebyar Produk BUMDesa, BUMDesa Bersama, dan Produk Unggulan Desa Kabupaten Jepara yang digelar selama tiga hari, 18–20 September 2026.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Jumat (18/9/2026), tersebut menjadi ajang promosi sekaligus upaya memperluas pemasaran berbagai produk unggulan desa dan UMKM di Kabupaten Jepara.
Gebyar tersebut menghadirkan 85 stan yang menampilkan beragam produk dari BUMDesa, BUMDesa Bersama, dan pelaku UMKM. Berbagai produk yang dipamerkan mencerminkan potensi desa di Jepara, mulai dari produk olahan, kerajinan, hingga aneka produk berbasis potensi lokal.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo mengatakan, Kabupaten Jepara memiliki potensi desa yang sangat beragam. Potensi tersebut tidak hanya berupa sumber daya alam, tetapi juga mencakup kekayaan budaya, pariwisata, keterampilan, serta berbagai produk yang dihasilkan masyarakat.
“Jepara memiliki potensi desa yang beragam, mulai dari sumber daya alam, budaya, pariwisata hingga keterampilan dan produk masyarakat. BUMDesa dan BUMDesa Bersama memiliki posisi penting untuk menggerakkan proses tersebut, menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa (PAD),” ujar Witiarso.
Menurutnya, penguatan peran BUMDesa dan BUMDesma tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara melalui program BUMDesma Maju Bersama sebagai bagian dari visi Jepara MULUS, khususnya dalam mewujudkan aspek Mulus Ekonominya.
“Karena itu, potensi-potensi yang ada di desa harus terus dikembangkan dan dikelola secara bersama-sama agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” lanjutnya.
Selain menjadi ruang promosi, Gebyar Produk BUMDesa dan BUMDesa Bersama juga menjadi sarana memperluas jejaring pemasaran. Pemerintah desa, BUMDesa, BUMDesma, dan pelaku UMKM dapat memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat sekaligus membangun jaringan dengan pelaku usaha lainnya.
Salah satu pelaku UMKM asal Desa Kemujan, Anita, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, gebyar produk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha desa untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
“Kami senang bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain bisa memperkenalkan produk dari Desa Kemujan, kami juga bisa bertemu dengan pelaku UMKM dari desa lain dan mendapatkan pengalaman serta jaringan baru untuk pengembangan usaha,” ujar Anita.
Selain pameran produk, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan berbagai agenda, mulai dari senam bersama, pentas seni, lomba fashion show, pameran produk BUMDesa, BUMDesma dan UMKM, musik hiburan, hingga pembagian doorprize.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (20/9/2026) tersebut diharapkan dapat menjadi ruang promosi bagi produk unggulan desa sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDesa, BUMDesma, UMKM, dan masyarakat.
Peliput : Slamet Purwanto




