
ENREKANG – Puluhan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Se- Unimen mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Enrekang dan dinas Tanaman pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Enrekang terkait untuk menyampaikan aspirasi mengenai kondisi pertanian serta perlindungan terhadap petani yang menghadapi risiko gagal panen.
Dalam aksi tersebut, massa membawa isu utama “Enrekang Darurat Tata Kelola Pertanian”. Mereka menilai tata kelola sektor pertanian di Kabupaten Enrekang masih membutuhkan penguatan, khususnya dalam hal perlindungan petani, kepastian harga hasil panen, kualitas benih, serta pendampingan melalui penyuluh pertanian.
Menurut Furqan selaku Presiden Mahasiswa “Kedatangan kami ke DPRD Kabupaten Enrekang merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara langsung kepada lembaga yang memiliki fungsi representasi masyarakat. Namun, dalam aksi hari ini, tidak ada satu pun anggota DPRD yang datang menemui dan berdialog langsung dengan massa aksi.
Furqan menegaskan bahwa persoalan yang mereka bawa tidak hanya berkaitan dengan kepentingan kelompok tertentu, tetapi menyangkut kondisi petani dan masyarakat secara lebih luas.
Kami sungguh kecewa dengan DPRD Kabputaen Enrekang yang tak satu pun hadir menemui kami, padahal ini menyangkut Nasib para petani Enrekang, ujar furqan kepada awak media.
Setelah menyampaikan aspirasi di DPRD, massa kemudian melanjutkan penyampaian tuntutan kepada dinas Tanaman pangan Hortikultura dan Perkebunan . Kami kemudian menyampaikan tuntutan di Dinas terkait. Pihak Dinas Terkait telah memberikan penjelasan mengenai tuntutan yang kami sampaikan. Kami menghargai adanya penjelasan tersebut, tetapi bagi kami penjelasan saja belum cukup.
Yang kami tuntut adalah bagaimana kebijakan dan perlindungan terhadap petani dapat dimaksimalkan dan benar-benar dirasakan sampai di tingkat masyarakat. Ketika petani mengalami gagal panen, yang hilang bukan hanya hasil produksi, tetapi juga pendapatan, modal untuk musim tanam berikutnya, serta kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah risiko gagal panen. Massa menilai dampak gagal panen tidak hanya menyebabkan hilangnya hasil produksi, tetapi juga dapat mengurangi pendapatan petani, mengganggu modal untuk musim tanam berikutnya, serta memengaruhi kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.
- Mendesak pemda merealisasikan program jaminan gagal panen
- Mendesak pengadaan laboratorium sertifikasi benih di kabupaten enrekang
- Mendesak berikan jaminan harga panen ke petani
- Mendesak memaksimalkan kinerja penyuluh pertanian di setuap desa/kelurahan di kab. Enrekang
Melalui aksi tersebut, Furqan berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan pertanian dan menghasilkan kebijakan yang mampu memberikan perlindungan serta kepastian bagi petani di Kabupaten Enrekang.
Tentu kami akan terus mangawal Isu ini, sebab sebagain besar dari masyrakat Enrekang Bertani serta kami siap menjadi Sosial Of Control bagi Pemerintah ujar Furqan yang di kenal selaku presiden Mahasiswa
IAS.




